Tampilkan postingan dengan label Andrie Wongso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andrie Wongso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pemain

Suatu hari, seorang pemuda diajak oleh salah seorang temannya untuk menghadiri sebuah pertemuan besar untuk merayakan kemenangan atau prestasi yang sudah dicapai seseorang. Banyak orang yang berduyun-duyun menghadiri pertemuan itu. Dalam pertemuan akbar itu, banyak orang dari berbagai jenis profesi maju ke atas panggung untuk bercerita tentang kisah sukses mereka.
Setelah sampai di ruang pertemuan, mereka mengambil tempat duduk agak di depan. Acara yang dinanti-nantikan akhirnya dimulai. Para hadirin terlihat begitu antusias menyambut acara tersebut karena acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi yang besar bagi mereka. Dengan mendengarkan kisah sukses mereka yang telah berhasil, mereka berharap dapat mengikuti jejak sukses seorang pemenang.
Tidak lama kemudian, muncul seorang pemuda. Ia naik ke panggung dengan disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Pemuda ini sukses karena bisnis komputer. Ia menceritakan kisahnya yang berasal dari keluarga yang serba kekurangan yang membuatnya tidak pernah duduk di bangku sekolah. Akan tetapi sekarang dirinya bisa sukses di bisnisnya karena kemauannya untuk belajar. Walaupun tidak berpendidikan, ia tidak mau kalah dengan yang lain sampai akhirnya berhasil seperti sekarang.
Mendengar pengakuan pemuda sukses tersebut, pemuda yang duduk sebagai hadirin tadi berkata pada temannya, "Ahh, zaman sekarang kalau tidak sekolah mana mungkin bisa berhasil. Menurut saya, dia cuma beruntung saja, atau mungkin dibantu temannya." Temannya tidak berkomentar apa-apa, hanya diam saja.
Berikutnya, tampil seorang ibu rumah tangga yang sukses berkat bisnis pakaian. Ibu ini menceritakan bahwa ia bertekad untuk memperoleh penghasilan sendiri karena ingin membantu ekonomi

Kekuatan spionase Ala Sun Tzu by Andrie Wongso

Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Rabu, 30-Juni-2010
Kekuatan spionase adalah salah satu kunci keberhasilan menggali informasi. Hal sekecil apa pun akan sangat berguna jika kita bisa memaksimalkannya. Salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan adalah dengan penguasaan informasi. Karena itu, dalam Kitab Perang-nya yang legendaris, Sun Tzu menekankan pentingnya kekuatan intelijen.
Sekadar mengingatkan, menurut Sun Tzu ada lima jenis agen rahasia, yakni: agen lokal (orang biasa dari negara musuh yang dipekerjakan sebagai intelijen kita), agen dalam (pejabat musuh yang direkrut dan dipekerjakan sebagai intelijen kita), agen ganda (mata-mata musuh yang telah kita ubah agar mau bekerja sebagai intelijen kita), agen celaka (mata-mata kita sendiri yang sengaja dibekali dengan informasi palsu supaya dapat mengelabui musuh), agen hidup (mata-mata kita sendiri yang kembali dengan selamat dari wilayah musuh dengan membawa informasi berharga).
Kelima jenis intelijen tersebut pada zaman sekarang telah menjelma dalam berbagai hal. Baik yang diwujudkan dalam nilai-nilai yang tetap berdasarkan etika dan moral, namun ada pula yang kemudian-atas nama persaingan-justru menghalalkan segala macam cara untuk menggali informasi demi meraih kemenangan. Sudah tentu, hal yang terakhir ini, jika diteruskan hanya akan melahirkan persaingan tidak sehat, yang lama-kelamaan akan terbongkar dan ujungnya, merusak reputasi perusahaan itu sendiri.
Namun, di atas itu semua, apa pun bentuk intelijen yang dilakukan, semua berujung pada masalah informasi. Siapa yang menguasai informasi paling banyak, paling luas, paling tajam, dan paling terpercaya, serta mampu memaksimalkan dalam bentuk strategi dan tindakan yang matang, dialah yang akan jadi pemenang sesungguhnya. Kemampuan penguasaan informasi dan analisis yang matang akan membuat sebuah perusahaan mampu menjalankan berbagai program perencanaan yang akan menghasilkan kesuksesan.