Rabu, 23 Juni 2010

Cara Berpikir Cerdik, Kritis dan Ilmiah

A. Pendahuluan

Masa belajar di perguruan tinggi adalah masa yang penting bagi pengembangan nilai kepribadian. Anda akan ditantang menghadapi gagasan-gagasan dan filosofi baru. Anda akan membuat keputusan-keputusan pribadi dan karir yang akan mempengaruhi hidupnya. Salah satu pelajaran terpenting yang akan diperoleh di perguruan tinggi adalah mengatur waktu antara bekerja, belajar dan bersantai. Bila anda mampu mengembangkan manajemen waktu dan kemampuan belajar yang baik di awal masa perkuliahan, maka tahun-tahun perkuliahan berikutnya akan dijalani dengan sukses.

Belajar menguasai materi suatu kuliah tentu saja penting, namun mempelajari cara belajar dan berpikir yang kritis, dalam beberapa hal, jauh lebih penting. Seperti usaha-usaha lainnya dalam kehidupan, upaya untuk berpikir kritis dan belajar efesien pada awalnya membutuhkan usaha dan waktu tambahan, tetapi ketika telah dikuasai, kemampuan-kemampuan tersebut akan menghemat banyak waktu anda di masa depan.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswa yang sukses secara akademis juga merupakan mahasiswa-mahasiswa yang sangat sibuk. Karena mereka memiliki banyak pekerjaan atau aktivitas ekstra-kurikuler, mereka harus dan mampu mengatur waktu secara efektif dan belajar efesien.

Salah satu kunci utama untuk sukses dalam belajar di perguruan tinggi adalah menghindari menunda-nunda pekerjaan.. Dengan menentukan tujuan-tujuan yang jelas dan spesifik serta bekerja mencapainya dalam keteraturan, anda akan mampu mengurangi keinginan untuk menunda-nunda tersebut.

B. Beberapa pengertian

Menurut Pourwadarminta (1976):

  1. Pikir : akal budi, pendapat
  2. Berpikir: menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan dsb. sesuatu.
  3. Cerdas: sempurna perkembangan akal budinya (pandai, tajam pikiran dsb)
  4. Cerdik: lekas mengerti dan pandai mencari akal; pintar; berakal; panjang akal.
  5. Licik: banyak akal yang buruk. Kelicikan: kepandaian memutar balik perkataan.
  6. Kritis: berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan
  7. Ilmiah: bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan

Jadi definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Berpikir ilmiah adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan, mengembangkan dsb. secara ilmu pengetahuan (berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengethuan. Atau menggunakan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
  2. Berpikir cerdik adalah menggunakan akal budi agar cepat mengerti suatu permasalahan yang sedang dihadapi dan mampu memberikan solusinya secara cepat dan tepat.
  3. Berpikir kritis adalah menggunakan akal budi untuk menelaah sesuatu dengan hati-hati. Berpikir kritis didefinisikan sebagai ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan dan tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya.
  4. Berpikir cerdik, kritis dan ilmiah adalah cara berpikir dengan menggunakan prinsip-prinsip logis, hati-hati, cepat dan tepat untuk menelaah suatu pernyataan atau permasahan, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat.
  5. Proses berpikir adalah suatu refleksi yang teratur dan hati-hati. Proses berpikir lahir dari suatu rasa sangsi (atau keyakinan) terhadap sesuatu dan keinginan untuk memperoleh suatu ketentuan, yang kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas. Masalah ini memerlukan pemecahan dan untuk itu dilakukan penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metode yang tepat. Berpikir mengandung 2 unsur penting yaitu unsur logis dan unsure analitik.

C. Mengembangkan kemampuan berpikir cerdik

Berpikir cerdik berbeda dengan berpikir licik. Berpikir cerdik berarti kita menggunakan akal budi untuk mendapatkan cara-cara yang baik untuk mengatasi suatu permasalahan. Berbeda dengan berpikir licik yang berusaha menggunakan akalnya untuk mencari cara yang buruk untuk memutarbalikkan fakta. Memang, kadangkala amat sulit membedakan antara berpikir cerdik dan licik.

Simak ceritera “Si Kancil”

Ketika si Kancil tertangkap petani dan dikurung dalam “kurungan” ia tidak panik. Ia sadar bahwa ia akan di sembelih untuk santapan “sang Petani”. Ia kemudian berpikir bagaimana caranya melepaskan diri. Ia kemudian melihat kurungan dan menyimpulkan bahwa ia tidak mungkin mampu membuka kurungan. Apa akal? Selagi ia berpikir datanglah seorang anjing. Pada saat itu terlintaslah sebuah ide.

“Ngapain kau kancil”, tanya anjing.

“Aku mau dijadikan mantu oleh pak Tani”, jawab si Kancil.

“Enak ya kamu Cil”, si Anjing iri.

“Kamu mau dijadikan mantu?”, si Kancil memancing.

“Mau!”, jawab anjing.

“Kalau begitu, kau masuk ke dalam kurungan ini”, kata si Kancil.

“Okey”, kata anjing dengan gembira.

Simak pula ceritera Abunawas berikut ini.

Baginda Raya Harun Al Rasyid memanggil Abunawas untuk meminta nasehat karena ia sudah sebulan tidak berselera makan. Abunawas berpikir sejenak.

“Baginda, hamba punya saran. Di hutan Tutupan, ada kijang berbulu putih yang dagingnya sangat lezat. Baginda pasti sembuh. Syaratnya Baginda harus menangkapnya sendiri”, kata Abunawas.

“Baik, besok kita berangkat”, kata Baginda

Merekapun pergi berburu melalui jalan yang rumit. Baginda tampak lelah, haus dan lapar. Abunawas kemudian pergi memancing dan mendapatkan beberapa ekor ikan yang kemudian diberi garam dan asam serta memanggangnya. Bau harum semakin membuat baginda lapar.

“Mari kita makan, Baginda”, ajak Abunawas.

“Baik”, Baginda sangat berselera, dan memakan habis ikan tersebut.

“Belum pernah aku memakan masakan selezat ini”. Mari kita lanjutkan berburunya”, ajak Baginda.

“Maaf Baginda kijang itu tidak ada”, jawab Abunawas.

“Lalu bagaimana dengan kesembuhan saya”, tanya Baginda.

“Baginda telah sembuh dari penyakit baginda”, jawab Abunawas.

Dari ceritera itu, dapat kita baca bahwa si Kancil berusaha menggunakan akal pikirannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ia berhasil menemukan ide dengan cepat meskipun ia harus mengorbankan pihak lain. Cerdik atau licik?

Berbeda dengan ceritera kedua dimana Abunawas dalam waktu yang singkat mampu mencarikan solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh Baginda. Meskipun ceritera itu agak konyol, dapat dinyatakan bahwa Abunawar mampu berpikir cerdik. Memecahkan masalah dengan tepat dalam waktu yang cepat.

C.1. Strategi berpikir cerdik

Ada 8 strategi yang dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif untuk memecahkan masalah:

  1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum perbah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan).
  2. Bayangkan
  3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.
  4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, dan kombinasikan ulang ide-ide, bayangan-bayangan dan pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.
  5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara persoalan-persoalan yang berbeda.
  6. Berpikir secara berlawanan
  7. Berpikir secara metafora
  8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.

D. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Hanya sedikit hal dalam hidup ini yang berupa hitam dan putih. Sehingga sangat penting untuk mampu melihat segala sesuatu dari berbagai sisi hingga mampu mencapai kesimpulan yang logis. Salah satu hal penting yang akan anda pelajari di perguruan tinggi adalah berpikir kritis dan tidak menerima apa yang anda lihat dan dengar secara seketika. Berpikir kritis sangat penting dalam mempelajari materi baru dan mengaitkannya dengan apa yang telah anda ketahui. Meskipun anda tidak mengetahui semuanya, anda dapat belajar untuk bertanya secara efektif dan mencapai kesimpulan yang konsisten dengan fakta.

· Ketika anda menjumpai fakta, gagasan atau konsep baru, pastikan anda memahami dan mengetahui istilah-istilah yang ada.

· Pelajari bagaimana fakta atau informasi diperoleh. Apakah diperoleh dari percobaan, apakah percobaan tersebut dilakukan dengan baik dan bebas bias? Dapatkah percobaan itu diulangi?

· Jangan terima semua pernyataan pada secara seketika. Apakah sumber informasi tersebut dapat dipercaya?

· Pertimbangkan apakah kesimpulan mengikuti fakta? Bila fakta tidak mendukung kesimpulan, ajukan pertanyaan dan tentukan kenapa demikian. Apakah argumen yang dipergunakan logis atau mengambang?

· Terbuka terhadap gagasan baru. Contoh terkenal adalah teori tektonik lempeng. Meskipun prinsip-prinsip dasarnya telah diketahui pada awal abad 20, namun teori tersebut baru diterima kalangan luas setelah tahun 1970-an setelah bukti-bukti yang berlimpah.

Lihatlah pada gambaran yang besar untuk menentukan bagaimana berbagai unsur dalam topik tersebut dihubungkan. Sebagai contoh, bagaimana pembangunan sebuah bendungan akan mempengaruhi bentuk sungai? Apa yang akan terjadi pada pantai di mana sungai tersebut bermuara? Salah satu pelajaran yang sangat penting (yang juga membedakan geologi dengan ilmu lainnya) adalah bagaimana saling keterkaitan dan ketergantungan berbagai sistem di Bumi ini. Ketika anda mengubah salah satu, anda akan mengubah berbagai hal lainnya pula.

C.1. Karakteristik pemikir kritis

- jujur terhadap diri sendiri

- melawan manupulasi

- mengatasi kebingungan (confusion)

- mereka selalu bertanya

- mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti

- mereka mencari hubungan antar topik

- mereka bebas secara intelektual

C.2. Strategi untuk membaca secara kritis

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri anda sendiri:

- Apa topiknya?

- Kesimpulan apa yang diambil oleh pengarang tentang topik tersebut?

- Alasan-alasan apa yang diutarakan pengarang yang dapat dipercaya?

- Apakah pengarang menggunakan fakta atau opini?

- Apakah pengarang menggunakan kata-kata netral atau emosional?

E. Mengembangkan berpikir ilmiah

Sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi (terutama di perguruan tinggi) pelajar itu diajar agar berpikir ilmiah, yaitu berpikir logis-empiris. Di perguruan tinggi, sebelum mahasiswa mengadakan penelitian untuk menulis skripsi atau tugas akhir, mereka belajar Metodologi Riset, di situ mereka pasti diajari metode ilmiah (scientific method). Rumus metode ilmiah ialah logico-hypotetico-verificatif. Artinya, sesuatu yang benar itu haruslah logis dan didukung data empiris. Metode ilmiah inilah yang merupakan grand theory yang darinya diturunkan metode-meatode penelitian. Rumus logico-hypotetico-verifikatif adalah tulang punggung teori penelitian ilmiah, sedangkan penelitian ilmiah itu adalah cara yang sah dalam memperoleh kebenaran ilmiah.

E.1. Metode ilmiah

Kerja memecahkan masalah akan sangat berbeda antara seorang sarjana dengan seorang awam. Seorang sarjana selalu menempatkan logika serta menghindarkan diri dari pertimbangan subyektif. Sebaliknya bagi orang awam, kerja memecahkan masalah dilandasi oleh campuran pandangan perorangan ataupun dengan apa yang dianggap masuk akal oleh banyak orang.

Dalam menelaah, seorang sarjana dapat saja mempunyai teknik, pendekatan ataupun cara yang berbeda dengan seorang ilmuwah lainnya. Tetapi kedua sarjana tersebut tetap mempunyai satu falsafah yang sama dalam memecahkan masalah, yaitu menggunakan metode ilmiah.

Dapat didefinisikan bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Metode ilmiah dalam menelaah atau meneliti mempunyai criteria serta langkah-langkah tertentu dalam bekerja, seperti tertera dalam skema di bawah ini.

Metode Ilmiah

Kriteria

Langkah-langkah

  1. Berdasarkan fakta.
  2. Bebas dari prasangka
  3. menggunakan prinsip-prinsip analisis
  4. menggunaksn hipotesis
  5. menggunakan ukuran obyektif
  6. menggunakan teknik kuantifikasi
  1. memilih dan mendefinisikan masalah
  2. surevi terhadap data yang tersedia
  3. memformulasikan hipotesis
  4. membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam menguji hipotesis
  5. mengumpulkan data primer
  6. mengolah, menganalisis serta membuat interpretasi.
  7. membuat generalisasi dan kesimpulan

Sistematika dalam metode ilmiah sesungguhnya merupakan manifestasi dari alur berpikir yang dipergunakan untuk menganalisis suatu permasalahan. Alur berpikir dalam metode ilmiah memberi pedoman kepada para ilmuwan dalam memecahkan persoalan menurut integritas berpikir deduksi dan induksi.


E.2. Pola berpikir induktif dan deduktif

Pada hakekatnya, berpikir secara ilmiah merupakan gabungan antara penalaran secara deduktif dan induktif. Masing-masing penalaran ini berkaitan erat dengan rasionalisme atau empirisme. Memang terdapat beberapa kelemahan berpikir secara rasionalisme dan empirisme, karena kebenaran dengan cara berpikir ini bersifat relatif atau tidak mutlak. Oleh karena itu, seorang sarjana atau ilmuwan haruslah bersifat rendah hati dan mengakui adanya kebenaran mutlak yang tidak bisa dijangkau oleh cara berpikir ilmiah.

Induksi merupakan cara berpikir untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Sementara deduktif merupakan cara berpikir yang berpangkal dari pernyataan umum, dan dari sini ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.

Contoh induktif

Contoh 1.

Proposisi 1: Si A “titip tanda tangan daftar hadir” pada si C agar memenuhi syarat kehadiran kuliah 75% untuk dapat mengikuti ujian.

Proposisi 2: Karyawan X nampak bekerja giat pada saat mandornya mengawasinya, tetapi jika tidak diawasi ia santai saja.

Proposisi 3: Dosen Q “titip” mencetakkan kartu hadirnya ke dalam time recorder agar tidak ketahuan kalau datangnya tidak pagi dan pulangnya belum siang.

Proposisi 4: Pada saat rapat Kepala Bagian, K tidak pernah mengajukan keberatan-keberatan karena takut dianggap pembangkang dan tidak loyal.

Kesimpulan: Sikap munafik (hipokrit) terjadi karena ketakutan akan sangsi.

Contoh 2.

Proposisi 1: Si T selalu mengikuti kuliah karena menganggap kuliah yang diberikan dosen itu menarik dan amat penting isinya.

Proposisi 2: Si U selalu hadir mengikuti penataran walaupun ia menganggap isinya tidak berguna baginya, karena penataran itu menjadi salah-satu syarat bagi kenaikan pangkatnya.

Proposisi 3: Si Z selalu mengikuti kuliah Pak Q karena ia takut jika tidak hadir akan merusakkan hubungannya dengan keponakan Pak Q

Kesimpula 1: Kesediaan mengikuti kegiatan pendidikan tergantung pada persepsi mengenai manfaatnya.

Kesimpulan 2: Motif orang mengikuti kegiatan pendidikan tidak selalu sama.

Kesimpulan-kesimpulan di atas bisa ditingkatkan menjadi teori:

Teori 1: Kemunafikan terjadi karena sikap otoriter atasan.

Teori 2: Kesediaan melakukan sesuatu dipengaruhi oleh persepsi mengenai manfaat sesuatu.

Teori 3: Motivasi orang melakukan sesuatu tidak selalu sama.

Jika ketiga teori itu dipadukan, akan menjadi kesimpulan yang bunyinya: “Perilaku seseorang tergantung pada situasi, persepsi dan motivasi.

Contoh deduktif

Contoh 1.

Proposisi 1: Perilaku merupakan fungsi motif (teori: asumsi)

Proposisi 2: Banyak mahasiswa tidak mau aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. (perilaku: gejala empirik).

Kesimpulan: Ada motif mengapa mahasiswa tidak mau aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Cohtoh 2.

Proposisi 1: Peran serta bergantung pada iklim demokrasi.

Proposisi 2: Peran guru-guru dalam kegiatan administrasi pendidikan sangat tinggi.

Kesimpulan: Atasan para guru bersikap demokratik.

Contoh mendedusi yang salah

Proposisi 1: Manusia merupakan makhluk social yang suka hidup berkelompok dan ada pemimpin di dalamnya.

Preposisi 2: Semut suka hidup berkelompok dan di dalamnya ada pemimpinnya.

Kesimpulan: Manusia itu tergolong semut.

Kesimpulan

Sebagai seorang sarjana atau ilmuwan, kita dituntut berpikir cerdik, kritis dan ilmiah dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Namun sebagai seorang sarjana kita juga dituntut untuk mempunyai sifat rendah hati, karena kebenaran yang diperoleh melalui proses berpikir tersebut bersifat relatif.

Daftar Pustaka

Amirin, T. M. 1995. Menyusun Rencana Penelitian. PT Raja Grafindo Pustaka, Jakarta.

Anonimus. 2003. Berpikir yang cerdik. www.iss.stthormas.edu/studyguides/Indonesia-Malay/genius.com.

Anonimus. 2003. Berpikir kritis. www.iss.stthormas.edu/studyguides/Indonesia-Malay/crtthn.htm

Anonimus. 2003. Mengembangkan Kemampuan Belajar dan Berpikir Kritis.(Tips untuk para mahasiswa baru).

Anonimus. 2003. Sakit aneh sang baginda raja. Bobo, 9 Januari 2003, hal. 44-45.

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Poerwadarminta, W. J. S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. PN Balai Pustaka, Jakarta.

Randa, S. Y. 2003. Keterbatasan empirisme dalam metode ilmiah

Elly Risman: Pornografi Rusak Otak

Anak yang mengakses pornografi, lalu mengalami kecanduan (adiksi), otaknya akan menciut

Hidayatullah.com--Penanganan terhadap kasus pornografi yang terus terjadi dinilai tidak menggigit. Padahal, pornografi memiliki efek negatif yang tak kalah parah dengan terorisme dan narkoba. Hal itu dikatakan Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman belum lama ini.

Pemerintah terkesan bergerak sangat cepat ketika terjadi kasus terorisme yang menewaskan sejumlah korban dengan membentuk tim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88). Begitu juga ketika merespon masalah narkoba, pemerintah langsung membentuk Badan Narkotika Nasional.

Tapi, lanjut Elly, dengan masalah pornografi, pemerintah hingga saat ini seolah diam dan belum melakukan upaya penanggulangan secara signifikan.

Padahal, dengan tegas Elly mengatakan, anak remaja yang melihat pornografi setidaknya merusak lima bagian otak.

"Anak yang mengakses pornografi lalu mengalami kecanduan (adiksi), otaknya akan menciut. Sebab, ada hormon-hormon kenikmatan, begitu juga dengan hormon lainnya secara berlebihan keluar karena anak berkonsentrasi merasakan kenikmatan. Kalau sudah begitu, sifat kemanusiaannya bisa rusak dan berganti dengan sifat kebinatangan," katanya kepada hidayatullah.com.

Karena itu, Elly meminta agar pemerintah tidak hanya konsen, tapi juga komitmen dan terus-menerus dalam menangani kasus pornografi. "Jangan hitung berapa uang yang dibutuhkan, sebab ini menyangkut masa depan bangsa secara menyeluruh," tegasnya.

"Video porno sudah banyak beredar, termasuk di media, baik cetak maupun elektronik, sehingga dapat merusak masa depan remaja kita," ujarnya. [ans/www.hidayatullah.com]

Selasa, 22 Juni 2010

Winning Spirit – Secret of Planning

Sia-sia jika anda punya dream yang besar, jika anda punya impian yang luar biasa, tetapi anda tidak punya planning yang baik, anda tidak punya planning yang terencana. Kenapa? Karena impian anda sampai kapanpun tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan. Seperti yang saya katakan awalnya, buatlah impian anda semustahil mungkin, tetapi cara untuk mewujudkan impian anda haruslah masuk akal.

Minimal ada 3 hal atau 3 poin dalam membuat planning :

Yang pertama adalah tertulis, yang kedua adalah dalam kalimat yang positif, yang ketiga haruslah spesifik atau jelas. Survey membuktikan bahwa orang yang menuliskan impian atau dreamnya ternyata jauh lebih besar kemungkinannya untuk sukses, untuk kaya, untuk bahagia, atau untuk mendapatkan apapun yang mereka tuliskan, dibandingkan dengan orang yang tidak menuliskan impian atau menuliskan dream mereka.

Kenapa? Karena setiap harinya anda dan saya diberikan jutaan informasi yang berbeda, yang kita dapatkan melalui seluruh panca indera kira. Dan jutaan informasi ini, tidak semuanya berguna dan bermanfaat bagi anda dan saya, yang membantu kita untuk mewujudkan dream kita. Jadi ketika anda tidak menuliskan tujuan hidup anda, anda tidak akan bisa bertahan, atau menyaring informasi2 yang sedemikian banyaknya, dan bisa anda gunakan membantu mewujudkan dream anda.

Yang kedua adalah kalimat positif , kenapa harus dengan kalimat yang positif? Karena kalau anda gunakan kalimat yang negative, sangat bertele-tele. Saya ambilkan contoh : “saya tidak ingin gagal”. Lalu apa yang anda inginkan? Ya, saya ingin berhasil. Lalu, kenapa tidak tulis saja “saya ingin berhasil”. Lebih simple dan dalam kalimat yang positif.


Yang ketiga adalah harus jelas, atau lebih spesifik. Anda bayangkan kalau anda menuliskan tujuan hidup anda adalah saya ingin kaya. Dantiba-tiba anda jalan ke mall, dan anda dapat uang misalnya 100 atau misalnya anda dapat uang 10 ribu rupiah yang tergeletak di pinggir jalan, dan kemudian anda ambil. Apakah anda tambah kaya? Yes, anda tambah kaya, tapi apakah itu yang anda inginkan? Tentu tidak. Jadi, tujuan hidup anda haruslah jelas.

Cara mebuat tujuan hidup yang baik dan benar, selain ketiga poin tadi, untuk lebih jelasnya say singkat dengan WPSMART. W yang pertama yaitu write atau tertulis. Seperti yang saya telah jelaskan di awal. Yang kedua adalah P dalam kalimat yang positif, yang sudah sya jelaskan juga. Yang ketiga adalah S spesifik, yang harus jelas, seperti yang saya jelaskan.

Yang selanjutnya adalah measureable, M nya adalah measureable. Measureable artinya apa? Dream anda atau planning anda, haruslah bisa anda ukur. Kenapa? Ketika anda bisa mengukurnya, anda tahu tingkat keberhasilannya. Kalau anda belum berhasil, ubah lagi tindakan anda. Kalau anda berhasil, ubah lagi impian anda. Yang berikutnya adalah A, A adalah achieveable, artinya impian atau dream anda adalah benar2 hal yang bisa anda capai, minmal ada orang yang telah mencapainya.

Yang selanjutnya adalah R. R adalah realistic, anda tidak bisa membuat dream atau goal atau impian anda yang menyangkut diri orang lain. Anda tidak bisa memiliki impian seingin anak saya sukses dalam hidupnya. Anda tidak bisa mengatakan seperti itu. Kenapa? Karena, anak anda punya kehendak bebas sendiri. Anda tidak bisa membuat impian untuk orang lain. Anda hanya bisa menyediakan sesuatu yang membuat ia sukses.

Misalnya anda ingin anak anda kuliah di fakultas kedokteran. Anda tidak bisa mengatakan bahwa dream saya adalah menyekolahkan anak saya di fakultas kedokteran. Anda tidak bisa katakan seperti itu.

Yang bisa anda lakukan hanyalah menyediakan modal untuk kelangsungan atau untuk biaya-biaya sekolah, perkara atau hal tentang bagaimana dia memilih sekolah itu, adalah kehendak bebasnya dia. Yang berikut adalah kita berbicara tentang T.

T adalah timebound, yang mana artinya adalah anda harus punya batasan waktu, jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Buatlah dream anda, dan tentukan batas waktu, kapan anda mencapainya dengan step2 menengah, jangka panjang, atau jangka pendek. Yang terakhir adalah imagine, imagine berbicara tentang dream anda atau impian anda, haruslah bisa anda membayangkannya sebelum itu menjadi kenyataan.

Balanced Life – Mencapai Keseimbangan dalam Hidup

Saya senang sekali membaca buku, karena membaca buku adalah salah satu cara belajar yang paling banyak. Kalau satu orang menulis buku makan waktu 40 tahun dari usianya, baru dia menulis bukunya yang pertama kali, otomatis buku tadi adalah sari pati 40 tahun pengalaman hidupnya. Sering sekali saya tidak bisa menahan diri untuk membeli buku, karena saya merasa sungguh layak dalam hidup ini kita terus belajar.

Kemarin saya baru saja pergi ke toko buku, dan membeli buku begitu banyaknya, belum lama ini beli yang Napoleon Hill, aturan emas Napoleon Hill XII, life balance. Dan yang satu ini belum dibuka, Negosiasi Bisnis Buntu, solusi terbaik katakan tidak; cara melepaskan belenggu pikiran dan cara untuk memasuki kebahagiaan sejati, tentang Richard Branson, yang mana adalah tokoh idola saya; orang gila, yang penting bawa manfaat orang banyak.

Banyak orang ngomong negatif tentang dia, yang jelas dia bawa manfaat positif untuk masyarakat. Untuk karyawan, untuk dia sendiri, serta keluarganya. Kemudian seni dialog dengan anak anda, kemudian the secret of hypnosis, terus kemudian cara memilih sekolah terbaik untuk anak anda, kemudian heroic leaders, kemudian make your child say yes, cara2 praktis.

Saya tertarik dengan segala macam buku. Krisna Purwana, pria legendaris radio Prambors, ratusan humor; hidup dan cara berpikir humor, yaitu banyak baca buku humor, supaya hidup anda jadi lebih menyenangkan. Terus kemudian, berpikir bermain dan berbahagia, kemudian mengembangkan intelektual dan menyegarkan otak, kenapa tidak? Kita banyak hal yang membuat kita segar dan dahsyat. Kemudian ada juda buku komik, perjalanan ajaib, chicken soup on the soul, kisah2 nyata yang sangat menyentuh hati yang benar-benar digambar, jadi anak saya bisa saya bacakan, sehingga dia dapat cerita2 yang menyentuh hati dan bermanfaat. Life lesson untuk chicken soup on the soul. Nah kemudian 100 Great Bussiness Idea, ide2 bisnis unik yang milyaran dolar itu seperti apa? McDonald, CocaCola, dan kemudian Nokia, Barbie, Blackberry, Microsoft, dan masih banyak lagi. Dan kemudian ini adalah life lesson lagi nih, yang kedua. Saya tidak sayang, kalau saya berani makan sekali habis 1 juta, kenapa tidak berani untuk beli buku sekali habis 1 juta. Dan ini ada yang menarik juga, gambar2 juga lucu2, dari presiden ke presiden. Ada yang menaruk juga, Krisdayanti, my life and my secret. Kenapa saya membeli ini? Menarik. Kenapa menarik? Dia merevolusi hidupnya sendiri, sedemikian dia, sehingga dia, lagu, lagu lagi, lagu lagi. Dan ternyata dia mengidola, Madonna. Madonna berubah secara kontroversial, dan dalam mempromosikan bukunya pun dia juga kontroversial, dia cara launchingnya juga good. Jadi, banyak sekali buku2 yang anda harus terus belajar, karena ini bermanfaat untuk banyak orang, tentunya untuk keluarga dia, dan untuk kita sendiri.

Sekarang saya akan share tentang buku yang saya baca, Balanced Life, adalah kunci yang penting, bagaimana hidup kita itu seimbang, dan benar-benar well being, bukan hanya dari sisi kekayaan saja. Yang mengarang adalah Hitter Miss, seorang foto model, orangnya cantik, kemudian seorang tokoh televisi personality. Dan dia mengalami kecelakaan, kakinya terpaksa di-amputasi, jadi dia terpaksa pakai kaki palsu. Kemudian di sini dia juga dengan temannya, partnernya dia juga, Benn Noah. Yang ceritanya menyentuh hati. Jadi, kunci pertama bagaimana kita mau mengatur hidup, yaitu namanya get organize, artinya kita harus managing hidup kita, kita tidak bisa memiliki hidup kita tanpa kita memiliki waktu kita.

Get Organize sama juga. Kalau anda tidak terorganisir hidup anda, kemungkinan besar, bagaimana bisa balance? Pasti akan berantakan. Jadi, atur waktu, semua ada waktunya, semua ada tempatnya, ini yang menarik. Kemudian, biasakan kita menciptakan lingkungan yang positif, yaitu keluarga yang positif, tetangga yang positif, rekan2 bergaul yang positif, lingkungan kerja yang positif. Kemudian diajarkan juga men-detox seluruh kegiatan kita tentang Bagaimana mengurangi beban2 anda, mengurangi tagihan2, mengurangi pengeluaran2 yang tidak penting. Seringkali orang dapat uang banyak, tapi habisnya di tempat2 yang sama sekali tidak penting, kemudian kita juga diminta tampil look great, jadi perhatikan penampilan anda, kenapa tidak look great? Jadi dengan demikian kita balance. Kalau orang yang tampangnya awut2an, biasanya hidupnya juga awut2an.

Kemudian, kunci yang kedua adalah, setelah anda terorganisir, anda melakukan satu yang namanya keseimbangan emosional, diajarkan di sini, anda membesarkan sel estim anda, barang2 yang membuat anda percaya diri, melakukan emosional detox, yang lalu biarkan berlalu, membunuh masa lalu, dan maju terus, karena masa lalu tidak ada obatnya. Agar emosi kita bagus, diajarkan juga tentang communication skill, kita harus punya keterampilan berkomunikasi yang sangat baik, sehingga kita tidak sering atau tidak mudah terpacu untuk melakukan satu yang namanya marah ataupun emosi. Jadi, emosinya di detox. Kemudian di sini juga diajarkan meditation, jadi kita, waktu kita, tempat tersendiri, atau istilahnya secret place, tempat yang suci untuk kita meditasi dan relax, serta untuk kita berdoa, sehingga kita lebih balance secara emosi.

Kemudian setelah anda managing hidup anda, mendetox emosi anda, yang ketigaphysicly-nya. Physicly yang di maksud, anda harus perhatian terhadap nutrisi, kemudian anda melakukan detox, kemudian anda melakukan cleansing, anda makan sayur, makan buah2an, sedemikian sehingga anda bisa cleansing dan detox diri anda sendiri, Kemudian diajari harus berlatih yoga. Nah ini adalah history secara singkat dari life balance. Sungguh menarik, karena diimbangi oleh kisah pribadinya ibu Hitter ini dan pak Benn sendiri.

Pelajaran yang saya dapat di sini adalah tentang exercise. Exercise di sini maksudnya adalah unaerobic, ada way, jogging, swimming, gym, dan banyak di sini kehidupan yang bisa kita belajar, karena kita mau komitmen untuk hidup kita balance. Memang betul, kalau saya boleh menambahkan lagi, setelah anda balance get organize, kemudian secara emosi, secara body. Di sini juga tentang keuangan sudah disebutkan, kenapa tidak tentang relationship anda dengan keluarga anda. Boleh dikata, jauh lebih lengkap kalau kita juga mempunyai relationship dengan keluarga kita, sosial dengan orang lain, terus kemudian juga tentang kondisi fisik kita, kondisi pikiran, kondisi emosi, kondisi keuangan, kondisi intelektual kita; kehidupan kita akan jauh lebih bermanfaat bagi kita, untuk orang banyak, dan untuk Tuhan.

Semoga bermanfaat, semoga sesi kali ini menginspiraskan kita untuk terus belajar, berani beli buku. Banyak orang yang tanya, Pak Tung, apakah beli buku tadi dibaca semua? Jawaban saya sudah pasti tidak. Saya tidak baca semua itu, tapi kalau boleh, mari kita lihat koleksi saya. Lihat koleksi buku saya, lihat di perpustakaan. Coba diputar, coba dilihat ini koleksi buku2 saya. Di kamar saya pun begitu banyaknya buku2, termasuk masih banyak buku yang saya kardusin. Begitu banyaknya cd2 audio. Dan kadang, saya saking sering beli bukunya, kadang 1 buku saya bisa punya 2, punya 3, karena belum dibaca sudah beli lagi. Waktu mampir di toko buku, merasa bukunya bagus, saya tetap lakukan, karena saya tahu persis, bahwa ketika saya masuk ke ruangan ini, minimal IQ saya naik 20%, dari kecerdasan saya. Dan ketika saya mengalami banyak tantangan dalam hidup, saya mencari kira2 buku mana yang bisa menyelesaikan tantangan dalam kehidupan saya, akibatnya saya tenang, karena banyak orang lebih ahli daripada sekedar menemani saya di ruang perpustakaan saya. Jadi sekali lagi, terus beli buku, terus baca buku. Yang lebih penting lagi, praktek yang anda tahu. Satu lagi, ada orang tanya, kenapa beli buku ada yang tidak dibaca? Karena ada beberapa hal yang saya punya prinsip, lebih baik saya punya bukunya terlebih dahulu, daripada nyarinya susah. Misalnya anda lihat dari sisi koleksi saya, pasti ada yang dibuka saja belum, walaupun 60-70% nya sudah dibaca, tapi mari kita lihat, misalnya contoh ini, Benjamin Graham, ini adalah gurunya Warren Buffet. Kenapa saya beli walaupun belum saya baca? Karena saya tahu, kalau saya tidak beli, nyarinya lagi susah. Minimal saya sudah punya koleksinya, jadi saya kapanpun saya bisa bacanya, maka dibuka saja belum. Mungkin sudah 1-2 tahun. Selain itu, saya juga punya satu keyakinan dan ketenangan; yang kedua ilmunya sudah ada di sini, anytime saya bisa; yang ketiga, kalau sudah anda tidak beli, bisa jadi anda susah nyarinya. Jadi sebetulnya, saya secara pribadi, kalau anda minjam, lebih gampang anda minjam uang daripada anda pinjam buku saya. Kenapa? Karena bagi saya, buku2 saya nilainya jauh lebih tinggi daripada uang. Karena buku=ilmu, ilmu menghasilkan uang. Bahkan hidup anda, kalau 5 tahun lalu sampai hari ini belum berubah cukup baik. Ada 2 hal yang belum berubah dalam kehidupan anda. Yang satu, buku yang anda baca masih buku yang itu2 saja, yang kedua, anda bergaul dengan orang yang itu2 saja. Jadi, sekali lagi, bergaul dengan orang2 yang dahsyat, baca buku2 yang dahsyat, praktek hal2 yang dahsyat, sehingga hidup anda berubah jadi dahsyat.

Semoga bermanfaat, saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat.

www.tdwclub.com/books-review/balanced-life-mencapai-keseimbangan-dalam-hidup

Langkah Pertama Memilih Properti

Untuk property jika anda ingin memulai, pertama kali yang harus dilakukan adalah lakukan test cermin terhadap diri sendiri lebih dahulu, maksudnya test cermin itu begini:
1. Kita punya duit/modal tidak ?
2. Duitnya banyak tidak ?
3. Punya waktu ?

Kalau punya duit, cukup tidak untuk beli property ? Oh tidak cukup pak.
Oh saya tidak punya duit…oh bagus sekali, punya waktu tidak untuk cari?
Lah kalau anda tidak punya waktu dan duit celaka, tapi kalau anda tidak punya duit tapi masih punya waktu masih bisa satu langkah yang pertama yaitu dengan dengan melakukan “Flip”, karena waktu selalu bisa di cari. Waktu anda kerja anda repot, yah sabtu dan minggu…anda sambil lari pagi, anda sambil baca koran, kumpulkan koran – koran selama 1 minggu, anda cari yang memungkinkan untuk di flip.

Itu langkah pertama kalau anda tidak punya uang sama sekali. Seperti Choki yang asisten tukang bubur ternyata bisa beli properti dengan mendengarkan CD audio saya, dia tidak punya duit gajinya cuma Rp.350.000, kemudian jadi asisten tukang bubur dan membuat bubur pun belum boleh, baru umur 20 tahun dan hanya lulusan SD, nah ini kan yang menarik. Ternyata dalam satu minggu dia bisa mendapatkan uang Rp.100.000.000 , membeli properti tidak pakai uang tapi dapat uang, walaupun akhirnya propertinya bukan punya dia.

Flip itu apa sih?
Beli langsung jual. Jadi langkah pertama jika anda tidak punya duit boleh anda cari begitu banyaknya property, mungkin pada waktu itu sekitar 100 itu hanya ada satu atau dua. Kalau anda mau cari mestinya anda cari 200 properti, dilihat terlebih dahulu ada yang tidak perlu di telepon sama sekali.

Nah cari properti ini ada 9 cara :
1. Pasang iklan.
Kalau anda tidak punya duit mungkin anda tidak bisa pasang iklan.

2. Anda baca iklan
Nah ini anda pasti bisa, karena cuma di koran saja..kalau tidak bisa, pinjam dengan tukang koran.

3. Walking around
Maksud saya misal hobbynya lari pagi, antar anak sekolah, les dan kemudian pulang. Cari properti sambil jalan, sambil berenang minum air, sambil ngantar anak sekolah dapat property. Lari pagi juga dapet properti, nah itu walking around.
Pada waktu walking around yang terbaik adalah di daerah anda sendiri. Kuasailah disekitar rumah anda yang setiap hari ketemu, langkah yang terdekat yang paling murah dengan demikian anda kemungkinan kenal dengan orangnya lebih cepat. Karena anda di percaya dan karena anda punya rumah di daerah tersebut. Untuk flip tidak dipercaya tidak apa-apa, karena orang pun bisa mempercayai anda dengan itikad baik. Bisa dengan teknik menaikan harga dan menurunkan syarat.
Kemudian anda bisa cek harga properti sebelum anda pasang iklan atau anda baca iklan. Misalnya, di internet banyak sekali yang jual properti.

Ketika mencari properti dengan walking around, itu bukan hanya yang ada tulisannya di jual, yang jelek hancur. Itu bener- bener pengalaman saya pribadi ini yang belum pernah saya ungkap dimanapun. Waktu saya cari properti di Gading Serpong waktu dulu, propertinya rusak, tidak ada orangnya, kosong, lampunya nyala, dan rumputnya tinggi–tinggi. Saya tulis dan saya selipinkan kartu nama, di balik kartu namanya saya tulis saya mau beli propertinya kalau anda tertarik jual telpon ke saya.
Lalu orangnya telpon, bapak yang tinggalin kartu? Propertinya jadi mau beli tidak? Yang sebelah mana? Orang banyak rumah yang Saya cantelin semua …

Kalau anda bisa buat kalung yang ada nametakenya seperti itu, gantung kartu nama anda dan di belakang nya anda tulis properti anda di jual saya siap membeli. Itu kemungkinannya di bawah harga bisa tinggi, karena mereka sudah tidak aktif disitu. Waktu bersih-bersih ada yang mau jual dan ada yang mau beli, anda di telpon bisa jadi harganya miring.

4. Titip agen properti
Anda titip properti agen dan bilang saya properti investor, apabila ada properti yang mau dijual carilah saya, dan apabila ada properti yang murah dan kira-kira bisa diflip (tapi perlu dikerjain / make over dulu dan butuh modal) Anda bisa telepon saya. Nah jika anda mau flip anda kasih syarat, anda bilang ”saya mau cari yang dibawah harga, di bawah harga NJOP atau di bawah harga pembuatan.”

Maksudnya begini? Itu harga di pasar, bagaimana orang bisa tahu harga di pasar ? Di daerah sini anda survei around, anda tanya yang se-type kira-kira luasanya berapa, harganya berapa. Anda juga bisa datang ke notaris, kira-kira ada tidak transaksi yang terakhir ? Bisa teleponin aja dan dicatet, ”pak mau cek, pak ada tidak properti harganya segini di daerah sini ?”
Kalau anda ingin tahu NJOP itu apa sih? NJOP adalah Nilai Jual Objek Pajak. Maksudnya nilai jual objek pajak adalah anda dapatkan dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Itu harga yang di patok oleh pemerintah, nah kalau di bawah market, dibawah harga yang ada dan di bawah yang lainnya, sedangkan di bawah NJOP berarti dibawah PBB yang anda data nanti disitu ada harga dari pemerintah sekian, itu patokan pemerintah untuk menentukan pajak. Jadi anda tidak bisa ngaku orang properti nya beli cuma Rp.100.000.000. Makanya saya bayar Rp.100.000.000 padahal di NJOP nya nilainya adalah Rp 1.000.000.000.

Kalau harga transaksi anda dari Rp.1.000.000.000 ya anda dari Rp 1.000.000.000, bukan dari yang Rp100.000.000, artinya yang tercantum di PBB. Kalau di bawah NJOP kemungkinan harganya lumayan , banyak orang termakan bahwa dibawah NJOP sudah pasti murah, padahal belum tentu hari gini pemerintah sedang mengalakkan pajak, jadi pajak lagi melonjak naik. Bisa jadi harganya lebih tinggi di banding harga market, Lippo Karawaci lebih tinggi nilai NJOPnya, sebaiknya harganya di bawah harga produksi, itu pasti murah. Tapi tetap harus dilihat lokasinya dan ada market atau tidak.
Tetapi kalau untuk flip ada market maupun tidak ada market itu tidak ada masalah. Orang buat latihan kok tidak ada market ya “so what” kan belinya tidak pakai duit.

Kalau saya pribadi biasanya saya minta tiga syarat kepada agen properti :
1. Harga Miring
Harganya dibawah harga pasar, dibawah NJOP atau dibawah produksi
2. Ada Cash flownya
Maksudnya ada return of investmentnya. Ada usaha atau sewa diatasnya yang menghasilkan minimal sepuluh persen.
3. Kepepet
Yang jual kepepet, kalau tidak kepepet sometimes nyebelin, ya tidak tar besok, tar besok, ganti lagi ganti lagi tidak fix.
Itu syarat the best yang saya ajukan ke agen properti

5. Anda bisa juga dengan titip teman
Jadi cara nya di kartu nama anda bisa anda tulis ”saya properti investor”. Bagi anda yang mempunyai informasi properti, apabila terjadi deal anda saya akan kasih komisi. Walaupun anda bukan properti agen pun, setiap informasi yang deal kami akan kasih 1 juta, dan boleh pakai persentase atau pake duit. Dengan demikian teman anda, apabila mendapatkan informasi properti akan mencari Anda, nah saya dulu juga pernah dapat rumah dari teman.

6. Anda berteman sama Bank
Berteman dengan pimpinan bank. Buka rekening a,b,c,d,e,f,g.kalau anda punya duit kalau anda tidak punya duit sama sekali, anda bisa kenalan dengan pimpinan banknya, ”pak saya mau kenalan” mereka tidak peduli kamu apa, ”Pak saya properti investor kalau ada yang di lelang atau jual murah telpon saya pak, atau yang belum di lelang atau mau di eksekusi cepat pak. Dari pada bayar bunga bank terlalu banyak kasih saya dulu pak nanti saya bayar.” Yang punya menang dan bank nya juga menang , dari kreditnya yang macet jadi terbeli karena sudah di lunasi.

7. Anda perlu juga kenalan dengan pengacara.
Pengacara-pengacara datengi, saya properti investor siapa tahu mereka mau.

8. Notaris
Anda hubungi dan anda bilang investor mereka mau hubungi anda.

9. Anda boleh cari tempat makan-makan, anda boleh tempel di rumah makan, anda makan toh!! orangnya sudah sungkan karena anda bayar (makan) dan anda bilang ”pak saya ini properti investor saya tempel ya disini dicari properti. Kalau anda jual murah atau anda butuh uang cepat siapa tahu kami bisa.” Pokoknya segala cara anda lakukan, ini hanya plus minus sebuah idea, anda bisa tambah kan sendiri.

Kalau anda flip anda tidak usah utang sama bank, jadi kalau anda utang bank, anda kan butuh rekening koran yang bagus supaya anda bisa di percaya. Step pertama kita di kenal dulu, anda punya duit atau tidak punya duit kalau anda tidak punya duit anda bisa utang ke bank tidak? kalau tidak bisa utang bank flip saja deh. Kalau anda punya duit anda bisa pake utang bank, kalau layak utang bank tapi banknya tidak mau utangi gimana caranya?? Level paling indah kalau anda sudah kenal orang-orang di level atas.

Pada waktu anda cari properti, kalau anda baca koran dan ada tulisan di jual rumah lux,barang baru mewah, pemandangan indah fully pernis, biasanya itu ngabisin waktu, tidak saya telpon itu. Itu semua pake duit ya duit, telepon, beli koran, amplop untuk meninjau ya tetap butuh lah. Kalau tidak punya semua bisa tidak ya? bisa utang temen, dalam hal ini apa anda cari investor juga bisa nanti di bagi hasil atau ongkosin operasional nya saja.

Dalam hal anda cari properti tadi, sewaktu anda baca koran yang butuh uang segera pindah dalam kondisi buruk. Misalnya seperti itu, rumah kosong lama hancur semua apapun yang indikasinya mereka kepepet.
Sometimes kita tahu, orang itu kepepet atau tidak disaat kita keliling. Saya misalnya dari walking around di BSD di taman Giri Loka, terus lari dan di telpon yang ini sudah 800juta sekian, transaksinya 800jutaan. Transaksi terakhir 800, kemudian ada tanahnya lebih kecil 50meter, bangunannya lebih gede 50m itu seharusnya 800an tapi ada yang jual 645. Karena mereka sudah lama tidak kesitu, sudah hancur lebur tidak karu karuan, tidak hancur banget ya masih kuat. Masih marmer dalemnya bagus tapi depannya rumput tinggi, nah terus kemudian pada waktu itu akan dibangun club house, dan di BSD di bangun Carefour. Lah kalau fasilitasnya banyak jadi pastinya lebih naik lagi donk..nah teleponin. Status saya masih punya duit jadi saya bisa nawarin uang muka.dan kalau dikasih uang muka mereka tidak bisa lari lebih dahulu, dan ketika saya mau flip juga bisa. Modal 10 juta saya kasih uang muka dan saya flip bisa, tapi pada waktu itu tidak, saya langsung beli sampai hari ini, karena kan posisi saya punya uang kalau saya mau utang bank boleh tidak?? ya boleh tapi untuk apa utang juga??
Kecuali di singapura utang 1,2 juta SGD itu baru seru, sementara itu yang kecil di cash saja ok. Nah itu status nya berbeda jika anda tidak punya duit sama sekali caranya gimana? anda ketemu di bawah harga, anda bisa naik kan harga dan turunkan syarat juga. harga 645 boleh tidak pak saya bayar 675?? loh kok bisa mahal ?

Kok bisa begitu ? kareana kita harus menguntungkan orang lain lebih dulu, win dan “I WIN”, dan terus kemudian apa yang di lakukan, berapa untung nya untuk saya? untung nya untuk kamu apa saya minta dikasih waktu 6 bulan, katanya butuh cepat, tapi kalau 6 bulan ya tidak bisa , saya kan harus arrange uang segini pak, saya kasih 3 bulan tidak mau, yah 1 bulan yah tak naikin 35 juta terakhir 30 juta, satu bulan boleh kan? boleh ya sudah tanda tangan. kalau punya duit tanda tangan ke notaris, tidak punya duit tidak usah tanda tangan ke notaris, kasih materai, tidak punya duit untuk beli materai kertas kalender di sobek belakangnya terus di tulisin, wes lah sangking super gak punya duitnya…ya kalau tidak cari kertas quarto atau kertas folio, dengan ini kami mengetahui bahwa pihak ke-1 A itu anda dan pihak ke 2 B pihak yang jual. A berjanji akan membayar senilai 675 juta dalam waktu 1 bulan setelah tanggal ini dan apabila setelah tanggal ini di tanda tangani ternyata pihak 1 belum membayar kepada pihak ke 2 maka pihak kedua berhak menjual lagi kepada siapa pun yang anda mau jual, kan halus toh, apabila dia mau tanda tangan seperti itu maka selesai.

Berarti dia sudah terikat 1 bulan tidak jual kepada siapa pun. hak nya di tangan kita tanpa duit, kalau di luar negeri dan di indonesia ada hukum belanda turunannya. Tidak pakai duit pun masih sah.yang di amerika yang namanya turunan hukum inggris itu anda harus ngasih $1, kalau di indonesia tidak pakai tapi tetep sah, itu enaknya Indonesia di banding Singapura, nah kemudian ketika mereka sudah setuju detailnya langkah berikutnya pasang iklan, jika pasang iklan pak saya tidak punya duit, bisa via internet ya pakai duit sih, kalau kita sewa internet hehehe…kalau tidak ya ke rumah temen yang ada internet nya, kalau perlu tetangga jadi tidak pake ongkos angkot.

Ketika di internet wah pak saya tidak bisa internet, katanya pak Tung bisa pasang iklan yang gratisan di properti.com itu search di google yang jual properti bisa masuk gimana si caranya? ya sudah search di google (tanya tukang warnet kalau tidak tahu google) jual properti akan keluar beberapa ribu website anda akan cari mana yang bisa pasang iklan gratis, kalau mau modal modal dikit bayar 90.000 masuk kan ke poskota, kompas, 2 baris di jual properti, di jual properti butuh uang di jual dengan harga NJOP atau di bawah NJOP.. atau bisa juga di bawah harga market, pada waktu itu anda tunjukan ini market misalnya sudah 800 juta, ya sudah saya jual tetap 780 juta, wah tidak mau di tawar – tawar deal 750 juta. Yes misalnya deal apakah segampang ini ? Amin…pasti ada juga yang gampang tapi sometimes orang nya saja di minta tidak mau kok, pak saya beli 675 tapi 1 bulan kemudian”PREEKK” mau syukur tidak mau ya sudah, bisa saja ngajukan ke bank tapi kan butuh waktu, anda tetep tidak mau ya sudah anda cari lagi yang mau, orang tidak pakai duit kok kecuali pakai duit baru anda berkuasa, ini tidak pakai duit ya modal ngeyel, kreatif tangguh, anda menyerah ya rugi.. kemudian apa yang harus dilakukan pada waktu anda deal anda sudah pasang iklan ada yang satu bulan luput, ada telpon tapi prekk di tutup ya wess tidak masalah, kalau ada telpon mau lihat boleh tidak? anda anterin atau sama agennya boleh nanti juga disuruh pegang kunci, suruhan orangnya atau karyawannya

Kita mau lihat lagi ya terang-terangan saja boleh kok, setelah kemudian anda misalnya, anda mau jual lagi donk, ya anda bilang mau jual lagi boleh jadi terang-terangan di depan, saya mau jual lagi nanti kalau kena anda saya kasih, semua usaha marketing dan biaya marketing saya, ada orang yang mau begitu ya 650 dikasih 675 , biaya marketing di tanggung ya boleh lah. terus misalnya ada yang luput… terus…what, ya cari lagi, pak perpanjang waktu deh sambil cari lagi, asal bisa di flip, rajin-rajin nawar saja.

Teori kemungkinan, mau apakah langsung gampang semoga…. doanya gitu Choki gampang seminggu 100 juta.. itu leo property.com seminggu dapet 800 juta, kemudian yang dilakukan lagi, ada yang deal saya mau pak 750, padahal modal 675 jadi anda untung 75 juta, tidak pakai duit enak?? ya enak?? itu pak Mario pasang iklan 50ribu dapet untung 50 juta lumayan…. kasih testimoni dengan cara saya.

Nah kemudian setelah anda 75, terus detailnya lagi langkahnya apa.kalau deal banyak orang bingung. Ok sudah deal pak caranya gimana? ada beberapa cara ada 1 cara yang paling goblok terang terangan pak saya sudah berhasil jual akan saya transfer, kemudian ngomong pak saya kita bayarkan 675 yang 75 saya wes terang terangan se goblok bloknya, buka-bukaan, yang lebih canggih sedikit ya anda janji sama yang jual donk sudah deal 675, jadi tanda tangan di notarisjadi misalnya jam 10. jam 10 ini akte jual beli ini dititipkan sertifikatnya kamu tarik, duit di transfer jam 12, karna saya baru dapet duit jam 12. Nah setelah jam 12 kamu ngomong yak.. baru notarisnya melepas kalau tidak tidak boleh, jadi anda tetep aman kan deal!! deal dengan notaris 75 juta. pakai akte jual beli terlebih dahulu, jadi akte pengikatan telah di transfer jadi nanti bisa di kasih.
Kemudian janji jam 11 sama yang beli di notaris yang sama atau di notaris yang lain juga boleh, pak ini saya langsung jual kepada orang ini jadi saya tidak perlu balik nama..jadi tidak usah bayar pajak.. bayar ayo bayar… tapi ini tidak kena pajak karena anda flip.

Kemudian anda janjian jam 11 sama yang beli nah sama yang beli sama anda transfer lebih dahulu lalu boleh ambil sertifikat sama toh jadi makelarnya di notaris, setelah dia transfer jam 11.30 lalu tanda tangan selesai lalu apa yang dilakukan?? transfer dulu toh yang pasti transfer ke rekening kita, dan kita langsung buka flip 675, bisa tidak?? deal?? sederhana.. mudah??
Tapi dalam hal ini kembali lagi itu kan hukum terap terapnya.. ya anda ya minimal 200 memperbesar kemungkinan, 200 setiap apa pak? setiap minggu kalau sebulan 800, misalnya anda sabtu minggu, sabtu minggu luput deh anda kerja 52 minggu ya setahun, tadi 100 hari donk 1 hari anda kerja telponin beginian akhirnya dapet satu saja bisa di flip untung 100 juta, satu hari di bayar 1 juta mau ?
Padahal 1 hari juga tidak full, paling cuma 2 jam, bacain koran telponin ya berkunjung lah, yah liat liat butuh waktu 1 jam atau pun 2 jam.

Kalau pertama kali telpon itu, apa yang kita minta?
Itu adalah apakah bisa di fax PBB nya?? suratnya dulu supaya anda tahu NJOP nya berapa.. NJOP itu nyata di PBB, 1 milyar lah kok saya jual cuma 750 juta atau boleh tau pak suratnya yang terakhir karena kami mau beli yang sah sah saja bisa tolong di fax pak?? jadi PBB nya di cek terlebih dahulu, makanya tuh biasanya menguasai dulu daerahnya, kalau tidak menguasai anda tidak tahu harga marketnya, selain PBB pak, yang terpenting anda menguasai marketnya terlebih dahulu, kalau telpon kan biasanya harganya segitu biar kita punya pengetahuan harga di bawah market.

Boleh tahu pak PBB nya di fax terlebih dahulu, setelah PBB kemudian tanya fasilitasnya ada apa saja di dalamnya kemudian kenapa kok di jual, butuh uang ini itu, kalau dia jujur enak. Orang saya yang nawar ya terserah saya toh dia kepepet, pak boleh tahu pak di jual kenapa.. butuh uang begini begini,mohon maaf pak bapak butuh nya cepet ? Oh butuh cepet sesegera mungkin, dan kita dateng kita bisa lebih tahu lagi kita kepepet apa tidak? (bagaimana cara tahunya?) dengan ngobrol, kadang saya tanya dengan lurus apakah bapak utang bank untuk rumah ini?? apa sertifikatnya di bank pak?? karena kami harus tahu prosesnya terlebih dahulu. Misal harga 650 juta, kadang jail boleh tahu bunganya berapa? kadang di buka lo…di buka tinggal di hitungin, anda minta harga berapa, segini ini kalau di hitung bunga nya, itu kalau saya mau nawar lebih murah tapi kan ini nawar lebih tinggi, atau tidak nawar atau nawar lebih tinggi tapi flip?

jadi anda cari yang benar benar merasa untung jika di tawar lebih tinggi, tapi itu tidak bagaimana negosiasi di bawah harga, kalau kita kan happy berapa?? 675 boleh , kalau saya mau beli sendiri saya mau cash saya tanya 590 boleh? atau kalau untuk di flip anda tahu ini sudah di bawah harga anda sudah mengerjakan PR nya, tawar lebih tinggi 675 boleh, saya minta waktu, nah kalau tidak di bawah harga. Boleh tidak nawar di naik kan? boleh kalau anda ada nilai tambah dan untuk di jual.

Jika Anda merasa ini bermanfaat, bisa tinggalkan komentar dibawah ini.

www.tdwclub.com/property/langkah-pertama-memilih-properti

Risk + Control = Reward

(Robert T. Kiyosaki)

Keterangan :

Ketika secara umum pebisnis mengatakan bahwa risiko sama dengan Reward atau semakin besar risiko semakin besar keuntungannya Robert Kiyosaki menambahkan unsur penting yang lebih masuk akal yaitu kontrol.

Ada hal-hal yang bisa dikontrol, ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Ada hal-hal yang kita bisa pengaruhi walaupun diluar kontrol.

Banyak orang sedih, marah dan tidak berdaya karena mereka fokus kepada sesuatu yang tidak bisa mereka kontrol. Seperti contoh, kita tidak bisa mengontrol siapa presiden yang terpilih, atau berapa bunga bank, situasi ekonomi, atau masa lalu kita yang sudah berlalu. Ada juga yang dalam lingkaran pengaruh kita, seperti contoh, sikap orang lain yang bisa kita pengaruhi ketika kita berinteraksi namun sikap orang lain ini walaupun bisa kita pengaruhi bisa menjadi didalam kontrol atau diluar kontrol. Sedang sesuatu hal didalam kontrol kita adalah sesuatu hal yang kita merasa pasti masuk dalam kendali kita.

Kenapa investasi di saham berisiko karena kita tidak bisa mengontrol pendapatan, pengeluaran atau hutang dari perusahaan yang sahamnya kita miliki. Contoh misalnya, kita membeli saham PT. X dan direksi PT. X memutuskan untuk membeli helikopter sebagai kendaraan dinas, kita tidak bisa ngomong kepada Direksi PT. X bahwa kita tidak setuju. Demikian juga ketika direksi PT. X memutuskan untuk menaikkan atau menurunkan harga produk atau jasanya kita tidak bisa mengontrolnya. Menurut Robert Kiyosaki kalau kita ingin mengontrol masa depan keuangan kita ada lima hal yang bisa kita kontrol :

1. Attitude/sikap
2. Plan/rencana
3. Education/pendidikan
4. Friend/teman
5. Advisor/mentor

Sikap adalah merupakan pilihan. Sikap seorang pecundang adalah selalu melihat masalah disetiap kesempatan sehingga akhirnya dia tidak bertindak dan tidak mencapai apapun. Sikap seorang pemenang adalah selalu melihat kesempatan disetiap masalah sehingga mereka terus belajar dan bertindak sampai mencapai hal-hal yang mereka inginkan.

Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!

www.tdwclub.com/life/ambil-alih-masa-depan-keuangan-anda

Misteri Rezeki

Anda  bisnis


Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam
pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang
banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini
sudah takdir saya?

Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta'ala berikut ini :

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan
antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah
meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat,
agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat
Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." QS. Az Zukhruf : 43

Bahwa Allah-lah yang mengatur pembagian rezeki kepada hambanya,
Allah-lah yang mengatur penghidupan kita (ma'isyah kita) bukan orang
lain, bukan pelanggan, bukan pimpinan perusahaan dan bukan diri kita,
tapi Allah-lah yang menentukan seberapa banyak rezeki kita hari ini dan
esok.

Lalu Mengapa Allah Menentukan Rezeki Saya Hanya Sedikit ?

Boleh jadi karena Allah tahu batas kemampuan kita, jika diberi kekayaan
melimpah kita tidak lagi ingat kepadaNya, kita akan banyak berbuat
maksiat. Karena Allah Maha Tahu, Dia mengetahui kadar kemampuan kita
dalam menerima fitnah harta.

"Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. " QS.
Al Baqarah : 233

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba- Nya tentulah
mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa
yang dikehendaki- Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui
(keadaan) hamba-hamba- Nya lagi Maha Melihat." QS. Asy Syuura : 27

Semua itu terjadi karena Allah tahu kapasitas dan kemampuan kita dalam
menerima ujian kekayaan, semua karena kasih sayang Allah kepada
hambanya, ada orang yang jika diberi kemiskinan maka dia akan bermaksiat
sedangkan jika dia dalam kecukupan maka dia banyak beramal kebajikan.
Sebaliknya ada orang-orang yang diberi kemiskinan justru banyak
beribadah, sedangkan jika diberi kekayaan akan bermaksiat.

"Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan
terhadap umatku ialah harta-benda" HR. Tirmidzi

Kalau Rezeki Sudah Ditakdirkan Lalu Mengapa Kita Harus Berusaha dan
Bekerja ?



Kita tidak pernah tahu takdir kita sebelum takdir itu terjadi, oleh
karena itu tetaplah berusaha bekerja sungguh-sungguh dan banyak beramal
kebaikan untuk menyambut takdir kita, karena kita akan dipermudah menuju
takdir kita.

Tentang masalah ini, jangankan kita, sahabat Rosulullah-pun menanyakan
hal yang sama, buat apa berusaha dan bersusah payah jika sudah
ditakdirkan buruk ?

"Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah
diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw.
bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang
berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang
berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang
sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang
sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena
setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai
orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan
orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang
sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan
orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini:
Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan
membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil
dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka
kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar." (Shahih Muslim
No.4786)

Jadi bersyukurlah jika Anda termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam
berbuat kebaikan. Selain dari itu, perbaiki kualitas agama kita agar
kita lebih siap menerima ujian baik kekayaan dan kemiskinan, karena jika
kita sudah berbuat baik dengan banyak bersedekah dan bertakwa maka Allah
akan memudahkan jalan kesuksesan kita, sekali lagi renungkan firman
Allah Ta'ala berikut ini :

"Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang
memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan
baginya jalan yang mudah." QS. Al-Lail : 4 - 7

Lalu Bagaimana dengan Mereka yang Berbuat Dosa, Mengapa Mereka Justru
Sukses di Dunia ini ?

Karena mereka telah melupakan peringatan Allah, maka Allah akan
memberikan semua kenikmatan dunia sehingga mereka semakin lupa dan
semakin banyak berbuat dosa yang akhirnya akan di azab dengan
sekonyong-konyong, sesuai dengan firmannya :

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada
mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;
sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan
kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika
itu mereka terdiam berputus asa." QS. Al An'aam : 44

Jadi berhati-hatilah jika disaat kita banyak berbuat dosa dan maksiat
justru Allah memberi rezeki melimpah!

Ingatlah :

"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan
mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang
bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah
memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki- Nya tanpa batas." QS
Al Baqarah :212

Wallahu'alam
Ternyata,,,,memang tak semudah yg terlihat,bukan?

yudhim.blogspot.com/2008/12/misteri-rezeki.htm

7 TIPS SUKSES

  1. Kembangkan potensi diri, galilah kemampuan anda dengan maksimal, kenali kemampuan dan berikan suplement yang tepat untuk kemampuan tersebut. Mengenali kecanderungan terhadap potensi diri diperlukan untuk analisis yang tepat dalam rangka pengembangan terhadap potensi dan sugesti terhadap optimalisasi kemampuan dapat terlihat secara sicnificant.
  2. Minimalisasi kekurangan, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelemahan bukan sebuah momok yang menakutkan dan kita menjadi pesimis terhadap hal tersebut, karena sesungguhnya dengan menonjolkan kemampuan anda secara maksimal, maka secara otomatis kekurangan anda akan di minimalisasi.
  3. Profesionalisme, pekerjaan dan tanggung jawab tidak lepas dari loyalitas dan skill serta kinerja yang prima. Tanggung jawab, loyalitas, skill dan kinerja yang maksimal adalah sistemasi dari sebuah profesionalisme. Karena modal terbesar dari kepercayaan adalah profeionalitas terhadap apa yang kita kerjakan.
  4. Prinsip lebah, coba anda perhatikan hewan lebah, dia memakan sari bunga, hinggap di dahan pepohonan dengan sarang yang begitu besar tanpa merusak dahan tersebut, dan dia juga menghasilkan madu untuk kebutuhan manusia. Jika kita dapat mengadopsi sistem hidup dan cara hidup dari lebah kita akan menjadi manusia sukses dimanapun kita berada.
  5. Aksi not mimpi, berikan manfaat kepada siapapun disekeliling kita, siapapun dan dimanapun kita berada. Berbuat untuk diri sendiri, berbuat sesuatu yang berarti bagi kelangsungan hidup anda dan lingkungan sekitar anda, bangun dari tidur panjang anda selama ini. Do it something and do it now.
  6. Be a best player, berhentilah menjadi komentator dari permainan orang lain, jadilah pemain yang sesungguhnya, biarkan orang lain yang mengomentari anda. Be a best player in your game and stop comment.
  7. Syukur, konsep terbesar dari sebuah kesuksesan adalah syukur, karena dengan bersyukur Allah AWT akan menambah nikmatNya. Jadi jika anda ingin menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang sukses maka perbanyaklah syukur.
SUMBER : learningmoslemway.blogspot.com

Ar-Rayah dan Al-Liwa

Di dalam bahasa Arab, bendera dinamai dengan liwa (jamaknya adalah alwiyah). Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan rayah. Disebut juga dengan al-‘alam (1).
Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin peperangan, dimana seluruh pasukan berperang di bawah naungannya. Sedangkan liwa adalah bendera yang menunjukan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan.

Liwa adalah al-‘alam (bendera) yang berukuran besar. Jadi, liwa adalah bendera Negara. Sedangkan rayah berbeda dengan al-‘alam. Rayah adalah bendera yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya. Rayah merupakan tanda yang menunjukan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin perang (2).

Liwa, (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji perang) berwarna hitam. Banyak riwayat (hadist) warna liwa dan rayah, diantaranya :

Rayahnya (panji peperangan) Rasul SAW berwarna hitam, sedang benderanya (liwa-nya) berwarna putih
(HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)

Meskipun terdapat juga hadist-hadist lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang), akan tetapi sebagian besar ahli hadits meriwayatkan warna liwa dengan warna putih, dan rayah dengan warna hitam.

Tidak terdapat keterangan (teks nash) yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah SAW, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, yaitu persegi empat.

Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol
(HR. Tirmidzi)

Al-Kittani (3) mengetengahkan sebuah hadist yang menyebutkan :

Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta.

Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih. Hal ini dijelaskan oleh Al-Kittani (4), yang berkata bahwa hadist-hadist tersebut (yang menjelaskan tentang tulisan pada liwa dan rayah) terdapat di dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas. Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu ‘Adi melalui jalur Abu Hurairah. Begitu juga Hadist-hadist yang menunjukan adanya lafadz Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah , pada bendera dan panji-panji perang, terdapat pada kitab Fathul Bari (5).

Berdasarkan paparan tersebut diatas, bendera Islam (liwa) di masa Rasulullah saw adalah berwarna putih, berbentuk segi empat dan di dalamnya terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah dengan warna hitam. Dan panji-panji perang (rayah) di masa Rasulullah saw berwarna dasar hitam, berbentuk persegi empat, dengan tulisan di dalamnya Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah berwarna putih.

Catatan Kaki :

1. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujaili., al-‘Alamu an-Nabawiyu asy-Syarif., p.33-34., Maktabah al_’Ulum wa al-Hikam
2. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujaili., op cit., p, 37, 40-41,. Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam
3. al-Kittani, Tartib al-Idari., jilid I/320
4. al-Kittani, op cit, jilid I/322
5. Ibnu Hajar al-Asqalani., Fathul Bari., jilid VII/477

sumber : ibnufatih.wordpress.com/khilafah/ar-rayah-dan-al-liwa

Metode Pengangkatan Khalifah

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan seputar Khilafah adalah bagaimana tata cara (metode) untuk pengangkatan Khalifah. Tidak sedikit yang menolak sistem Khilafah dengan alasan di dalam Islam tidak ada ketentuan yang jelas tentang mekanisme pengangkatan Khalifah. Berikut ini tulisan tentang hal itu yang diambil dari kitab ajhizatu ad Daulah al Khilafah (Struktur Negara Khilafah ). Kitab ini dikeluarkan dan diadopsi oleh Hizb at-Tahrir. (redaksi)

Ketika syara’ mewajibkan umat Islam untuk mengangkat seorang Khalifah, syara’ juga telah menentukan metode yang harus dilaksanakan untuk mengangkat Khalifah. Metode ini ditetapkan dengan al-Kitab, as-Sunah dan Ijmak Sahabat. Metode itu adalah baiat. Maka pengangkatan Khalifah itu dilakukan dengan baiat kaum muslim kepadanya untuk (memerintah) berdasarkan Kitabullah dan Sunah Rasulullah. Yang dimaksud kaum muslim disini adalah kaum muslim yang menjadi rakyat Khalifah sebelumnya jika Khalifah sebelumnya itu ada. Atau kaum muslim penduduk suatu wilayah yang disitu diangkat seorang Khalifah, jiak sebelumnya tidak ada Khalifah.

Kedudukan baiat sebagai metode pengangkatan Khalifah telah ditetapkan dari baiat kaum muslim kepada Rasulullah saaw dan dari perintah beliau kepada kita untuk membaiat seorang imam. Baiat kaum muslim kepada Rasul saw, sesungguhnya bukanlah bait atas kenabian, melainkan baiat atas pemerintahan. Karena baiat itu adalah baiat atas amal dan bukan baiat untuk mempercayai kenabian. Beliau dibaiat tidak lain dalam kapasitas sebagai penguasa, bukan dalam kapasitas sebagai nabi dan rasul. Sebab pengakuan atas kenabian dan kerasulan adalah masalah iman, bukan baiat. Maka baiat kepada Beliau itu tidak lain adalah baiat dalam kapasitas beliau sebagai kepala negara.

Masalah baiat itu telah tercantum dalam al-Quran dan hadits. Allah Swt telah berfirman :

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لاَ يُشْرِكْنَ بِاللهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلاَ يَزْنِينَ وَلاَ يَقْتُلْنَ أَوْلاَدَهُنَّ وَلاَ يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلاَ يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ

Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik.
(QS. Muhtahanah : 12)

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللهَ يَدُ اللهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka.
(QS. al-Fath : 10)

Imam Bukhari meriwayatkan : Ismail telah menyampaikan kepada kami, Malik telah menyampaikan kepadaku dari Yahya bin Sa’id, ia berkata : “Ubadah bin Walid telah memberitahuku, Bapakku telah memberitahuku dari Ubadah bin Shamit yang mengakatakan :

بَايَعْنَا رَسُولَ اللهِ r عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي الْمَنْشَطِ وَالْمَكْرَهِ وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ اْلأَمْرَ أَهْلَهُ وَأَنْ نَقُومَ أَوْ نَقُولَ بِالْحَقِّ حَيْثُمَا كُنَّا لاَ نَخَافُ فِي اللهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ

Kami telah membaiat Rasulullah saw untuk senantiasa mendengar dan mentaatinya, baik dalam keadaan yang kami senangi maupun yang tidak kami senangi dan agar kami tidak akan merebut kekuasaan dari orang yang berhak dan agar kami senantiasa mengerjakan atau mengatakan yang haq di mana saja kami berada tidak takut karena Allah kepada celaan orang-orang yang suka mencela
(HR. Bukhari)

Dalam riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah saw pernah bersabda :

وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَ ثَمْرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اِسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرٌ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوْا عُنُقَ اْلآخَرِ

Dan siapa saja yang telah membaiat seorang imam lalu ia telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, dan jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya maka penggallah orang lain itu
(HR. Muslim)

Juga di dalam Shahih Muslim, dari Abu Sa’id al-Khudzri yang mengatakan : Rasulullah saw pernah bersabda :

إِذَا بُوْيِعَ لِخَلِيْفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا اْلآخِرَ مِنْهُمَا

Jika dibaiat dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya
(HR. Muslim)

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abiy Hazim yang berkata : “aku mengikuti mejelis Abu Hurairah selama lima tahun, dan aku mendengar ia menyampaikan hadits dari Nabi saw, Beliau pernah bersabda :

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ، قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: فُوْا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

Dahulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi, setiap kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi, dan sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah, dan mereka banyak, para sahabat bertanya : “lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda : “penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama, berikanlah kepada mereka hak mereka, dan sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban mereka atas apa yang mereka diminta untuk mengatur dan memeliharanya
(HR. Muslim)

Nas-nas al-Quran dan as-Sunah di atas secara jelas menunjukkan bahwa satu-satunya metode mengangkat Khalifah adalah baiat. Seluruh sahabat telah memahami hal itu dan bahkan mereka telah melaksanakannya. Baiat Khulafa’ur Rasyidin sangat jelas dalam masalah ini.

Prosedur Praktis Pengangkatan dan Baiat Khalifah

Prosedur praktis untuk mencalonkan Khalifah sebelum di baiat boleh menggunakan bentuk yang berbeda-beda. Hal itu sebagaimana yang terjadi kepada Khulafa’ur Rasyidin yang datang pasca wafatnya Rasulullah secara langsung. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Ali –radhiyaLlâh ‘anhum–. Seluruh sahabat mendiamkan dan menyetujui tata cara itu. Padahal tata cara itu termasuk perkara yang harus diingkari seandainya bertentangan dengan syara’. Karena perkara tersebut berkaitan dengan perkara terpenting yang menjadi sandaran keutuhan insitusi kaum muslim dan kelestarian pemerintahan yang melaksanakan hukum Islam. Dari penelitian terhadap peristiwa yang terjadi dalam pengangkatan keempat Khalifah itu, kami mendapati bahwa sebagian kaum muslim telah berdiskusi di Saqifah Bani Sa’idah. Mereka yang dicalonkan adalah Sa’ad, Abu Ubaidah, Umar dan Abu Bakar. Hanya saja Umar bin Khaththab dan Abu Ubaidah tidak rela menjadi pesaing Abu Bakar. Maka seakan-akan perkaranya berada hanya diantara Abu Bakar dan Sa’ad bin Ubadah, bukan yang lain. Hasil diskusi itu adalah dibaiatnya Abu Bakar. Kemudian pada hari kedua, kaum muslim diundang ke Masjid Nabawi lalu mereka membaiat Abu Bakar di sana. Maka baiat di Saqifah adalah baiat in’iqad sehingga dengan itu Abu Bakar menjadi Khalifah kaum muslim. Dan baiat di Masjid pada hari kedua merupakan baiat taat.

Ketika Abu Bakar merasa bahwa sakitnya akan membawa maut, dan khususnya karena pasukan kaum muslim sedang berada di medan perang melawan negara besar kala itu, Persia dan Rumawi, Abu Bakar memanggil kaum muslim meminta pendapat mereka tentang siapa yang akan menjadi Khalifah kaum muslim sepeninggalnya. Proses musyarawah itu berlangsung selama tiga bulan. Ketika Abu Bakar telah selesai meminta pendapat kaum muslim itu dan ia akhirnya mengetahui pendapat mayoritas kaum muslim, maka Abu Bakar mewasiatkan Umar, yakni mencalonkan sesuai dengan bahasa kala itu, agar Umar menjadi Khalifah setelahnya. Wasiat atau pencalonan itu bukan merupakan akad pengangkatan Umar sebagai Khalifah setelah Abu Bakar. Karena setelah wafatnya Abu Bakar, kaum muslim datang ke masjid dan membaiat Umar untuk memangku jabatan Khilafah. Dengan baiat inilah Umar sah menjadi Khalifah kaum muslim, bukan karena musyawarah yang dilakukan oleh Abu Bakar. Juga bukan karena wasiat Abu Bakar. Karena seandainya wasiat dari Abu Bakar merupakan akad khilafah kepada Umar, pastilah tidak lagi memerlukan baiat kaum muslim. Terlebih lagi nas-nas yang telah kami sebutkan sebelumnya telah menunjukkan secara jelas bahwa seseorang tidak akan menjadi Khalifah kecuali melalui baiat kaum muslim.

Ketika Umar tertikam, kaum muslim memintanya untuk menunjuk pengganti, namun Umar menolak. Setelah mereka terus mendesak, Beliau menunjuk enam orang yakni mengajukan calon sebanyak enam orang kepada kaum muslim. Kemudian Beliau menunjuk Suhaib untuk mengimami manusia dan untuk memimpin enam orang yang telah Beliau calonkan sehingga terpilih Khalifah dari mereka dalam jangka waktu tiga hari sebagaimana yang telah Beliau tentukan bagi mereka. Beliau berkata kepada Suhaib : “…. jika lima orang bersepakat dan rela dengan satu orang, dan yang menolak satu orang maka penggallah orang yang menolak itu dengan pedang …”. Peristiwa itu sebagaimana yang diceritakan oleh ath-Thabari dalam Târîkh ath-Thabariy, oleh Ibn Qutaibah pengarang buku al-Imâmah wa as-Siyâsah yang lebih dikenal dengan sebutan Târîkh al-Khulafâ’, oleh Ibn Sa’ad dalam Thabaqât al-Kubrâ. Kemudian beliau menunjuk Abu Thalhah al-Anshari bersama lima puluh orang untuk menjaga mereka. Beliau menugasi Miqdad untuk memilih tempat bagi para calon itu mengadakan pertemuan.

Kemudian setelah Beliau wafat dan setelah para calon berkumpul, Abdurrahman bin ‘Awf berkata : “…. siapa diantara kalian yang bersedia mengundurkan diri dan bersedia menyerahkan urusannya untuk dipimpin oleh orang yang terbaik diantara kalian?” Semuanya diam. Abdurrahman bin ‘Awf berkata : ” aku mengundurkan diri.” Lalu Abdurrahman mulai meminta pendapat mereka satu persatu. Ia menanyai mereka, seandainya perkara itu diserahkan kepada masing-masingnya, siapa diantara mereka yang lebih berhak. Maka jawabannya terbatas pada dua orang : Ali dan Utsman. Setelah itu, Abdurrahman mulai merujuk kepada pendapat kaum muslim dengan menanyai mereka siapa diantara kedua orang itu (Ali dan Utsman) yang mereka kehendaki. Ia menanyai baik laki-laki maupun perempuan dalam rangka menggali pendapat masyarakat. Abdurrahman bin ‘Awf melakukannya siang dan malam. Imam Bukhari mengeluarkan riwayat dari jalan al-Miswar bin Mukhrimah yang berkata : “.. Abdurrahman mengetuk pintu rumahku pada tengah malam, Ia mengetuk pintu hingga aku terbangun, ia berkata : “aku lihat engkau tidur, dan demi Allah jangan engkau habiskan tiga hari ini dengan banyak tidur.” Yakni tiga malam. Ketika orang-orang melaksanakan shalat subuh, sempurnalah dilangsungkan bait kepada Utsman. Maka dengan baiat kaum muslim itu, Utsman menjadi Khalifah, bukan dengan penetapan Umar kepada enam orang.

Kemudian Utsman terbunuh. Lalu mayoritas kaum muslim di Madinah dan Kufah membaiat ‘Ali bin Abiy Thalib. Maka dengan baiat kaum muslim itu, Ali menjadi seorang Khalifah.

Dengan meneliti tata cara pembaiatan mereka –radhiyaLlâh ‘anhum– jelaslah bahwa orang-orang yang dicalonkan itu diumumkan kapada masyarakat. Dan jelas pula bahwa syarat in’iqad terpenuhi dalam diri masing-masing dari mereka. Kemudian diambil pendapat dari ahl al-halli wa al-’aqdi diantara kaum muslim, yaitu mereka yang merepresentasikan umat. Mereka yang dicalonkan itu dikenal luas pada masa Khulafa’ur Rasyidin, karena mereka adalah para sahabat –radhiyaLlâh ‘anhum– atau penduduk Madinah. Siapa yang dikehendaki oleh para sahabat atau mayoritas para sahabat, maka orang itu dibaiat dengan baiat in’iqad dan dengan itu ia menjadi Khalifah dan kaum muslim menjadi wajib untuk mentaatinya. Lalu kaum muslim secara umum membaiatnya dengan baiat taat. Demikianlah terwujud Khalifah dan ia menjadi wakil umat dalam menjalankan pemerintahan dan kekuasaan.

Inilah yang dapat dipahami dari apa yang terjadi pada baiat Khulafa’ur Rasyidin –radhiyaLlâh ‘anhum–. Dari sana juga terdapat dua perkara lain yang dapat dipahami dari pencalonan Umar kepada enam orang dan dari prosedur pembaitan Utsman. Dua perkara itu adalah : adanya amir sementara yang memimpin selama jangka waktu pengangkatan Khalifah yang baru dan pembatasan calon sebanyak enam orang sebagai jumlah paling banyak.

Amir Sementara

Ketika Khalifah merasa ajalnya sudah dekat menjelang kosongnya jabatan Khilafah pada waktunya, Khalifah memiliki hak menunjuk amir sementara untuk menangani urusan masyarakat selama jangka waktu proses pengangkatan Khalifah yang baru. Amir sementara itu memulai tugasnya langsung setelah wafatnya Khalifah. Tugas pokoknya adalah melangsungkan pemilihan Khalifah yang baru dalam jangka waktu tiga hari.

Amir sementara ini tidak boleh mengadopsi (melegislasi) suatu hukum. Karena pengadopsian hukum itu adalah bagian dari wewenang Khalifah yang dibaiat oleh umat. Demikian juga, Amir sementara itu tidak boleh mencalonkan untuk jabatan khilafah atau mendukung salah seorang calon yang ada. Sebab Umar bin Khaththab telah menunjuk amir sementara itu dari selain orang yang dicalonkan untuk menduduki jabatan khilafah.

Jabatan amir sementara itu berakhir dengan diangkatnya Khalifah yang baru. Karena tugasnya hanya sementara waktu untuk kepentingan pengangkatan Khalifah yang baru itu.

Dalil yang menunjukkan bahwa Suhaib merupakan amir sementara yang ditunjuk oleh Umar adalah :

Perkataan Umar kepada para calon : “agar Suhaib memimpin kalian selama tiga hari dimana kalian bermusyawarah.” Kemudian Umar berkata kepada Suhaib : “pimpinlah shalat orang-orang selama tiga hari.” Sampai Beliau berkata : ” jika lima orang telah sepakat terhadap satu orang, dan satu orang menolak maka penggallah lehernya dengan pedang ….” Ini artinya bahwa Suhaib telah ditunjuk sebagai amir bagi mereka. Ia telah ditunjuk sebagai amir shalat, dan kepemimpinan shalat maksudnya adalah kepemimpinan atas manusia. Dan juga karena ia telah diberi wewenang menjalankan uqubat (sanksi) “penggallah lehernya“, sementara tidak ada yang boleh melaksanakan pembunuhan itu kecuali seorang amir.

Perkara itu telah terjadi dihadapan para sahabat tanpa ada pengingkaran, maka ketentuan tersebut menjadi ijmak bahwa Khalifah memiliki hak menunjuk amir sementara yang melangsungkan pemilihan Khalifah yang baru. Berdasarkan hal ini, selama kehidupannya, Khalifah juga boleh mengadopsi pasal yang menyatakan bahwa jika Khalifah meninggal dunia dan belum menunjuk amir sementara untuk melangsungkan pengangkatan Khalifah yang baru, hendaknya salah seorang menjadi amir sementara.

Kami mengadopsi dalam masalah ini, jika Khalifah selama sakitnya menjelang maut tidak menunjuk amir sementara, hendaknya amir sementara itu adalah mu’awin tafwidh yang paling tua, kecuali jika ia dicalonkan. Maka berikutnya adalah mu’awin tafwidh yang lebih muda setelahnya diantara para mu’awin tafwidh. Demikianlah sampai semua mu’awin tafwidh, seterusnya adalah para mu’awin tanfidz dengan urutan seperti itu.

Hal itu juga berlaku dalam kondisi Khalifah diberhentikan. Amir sementara adalah mu’awin tafwidh yang paling tua jika ia tidak dicalonkan. Jika ia dicalonkan, maka mu’awin tafwidh yang lebih muda setelahnya, sampai semua mu’awin tafwidh habis. Kemudian mu’awin tanfidz yang paling tua. Jika semua mu’awin ingin mencalonkan diri (atau dicalonkan), maka mu’awin tanfidz yang paling muda harus menjadi amir sementara.

Ketentuan ini juga berlaku pada kondisi Khalifah berada dalam tawanan, meski ada beberapa detil berkaitan dengan wewenang amir sementara dalam kondisi Khalifah tertawan sementara terdapat kemungkinan bebas, dan dalam kondisi tidak ada kemungkinan bebas. Dan kami akan mengatur wewenang-wewenang ini dalam undang-undang yang akan dikeluarkan pada waktunya nanti.

Amir sementara ini berbeda dengan orang yang ditunjuk Khalifah untuk mewakilinya ketika ia keluar untuk melaksanakan jihad atau keluar melakuakn perjalanan sebagaimana yang diperbuat oleh Rasulullah setiap kali Beliau keluar untuk berjihad atau ketika Beliau melaksanakan Haji Wada’ atau yang semisalnya. Orang yang diangkat dalam kondisi ini, wewenangnya sesuai dengan yang ditentukan oleh Khalifah dalam menjalankan pengaturan berbagai urusan (ri’âyah asy-syu’un) yang dituntut oleh penunjukan wakil itu.

Pembatasan Jumlah Calon Khalifah

Dari penelitian terhadap tata cara pengangkatan Khulafa’ur Rasyidin, nampak jelas bahwa pembatasan jumlah calon itu benar-benar terjadi. Pada peristiwa Saqifah Bani Sa’idah, para calon itu adalah Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah, dan Sa’ad bin Ubadah, dan dicukupkan dengan keempatnya. Akan tetapi, Umar dan Abu Ubaidah merasa tidak sepadan dengan Abu Bakar sehingga keduanya tidak mau bersaing dengan Abu Bakar. Maka pencalonan secara praktis terjadi diantara Abu Bakar dan Sa’ad bin Ubadah. Kemudian ahl al-halli wa al-‘aqdi di Saqifah memilih Abu Bakar sebagai Khalifah dan membaiatnya dengan baiat in’iqad. Pada hari berikutnya kaum muslim membaiat Abu Bakar di Masjid dengan baiat taat.

Abu Bakar hanya mencalonkan Umar, dan tidak ada calon lainnya. Kemudian kaum muslim membaiat Umar dengan baiat in’iqad lalu baiat taat.

Umar mencalonkan enam orang dan membatasinya pada mereka dan dipilih dari mereka satu orang sebagai Khalifah. Kemudian Abdurrahman bin ‘Awf berdiskusi dengan kelima yang lain dan akhirnya membatasi calon pada dua orang yaitu ‘Ali dan Utsman. Hal itu dilakukan setelah lima orang yang lain mewakilkan kepadanya. Setelah itu, Abdurrahman menggali pendapat masyarakat. Dan akhirnya suara masyarakat menetapkan Utsman sebagai Khalifah.

Adapun ‘Ali, tidak ada calon lain selain dia untuk menduduki jabatan khilafah. Maka mayoritas kaum muslim di Madinah dan Kufah membaiatnya dan jadilah ia sebagai Khalifah keempat.

Dan karena baiat Utsman di dalamnya telah terealisisasi : jangka waktu terpanjang yang dibolehkan untuk memilih Khalifah yaitu tiga hari dengan dua malamnya; dan demikian juga jumlah calon dibatasi sebanyak enam orang, kemudian setelah itu dijadikan dua orang, maka berikut akan kami sebutkan tata cara terjadinya peristiwa tersebut secara detil untuk mengambil faedah darinya :

1. Umar wafat pada Ahad subuh tanggal 1 Muharam 24 H sebagai akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah –la’anahuLlâh–. Umar tertikam dalam keadaan berdiri melaksanakan shalat di mihrab pada Rabu fajar empat hari tersisa dari bulan Dzul Hijjah 23 H. Suhaib mengimami shalat jenazah untuk Umar seperti yang telah Beliau pesankan.

2. Setelah selesai pemakaman jenazah Umar –radhiyaLlâh ‘anhu–, Miqdad mengumpulkan ahl syura yang telah dipesankan Umar di satu rumah. Abu Thalhah bertugas menjaga (mengisolasi) mereka. Mereka berenam duduk bermusyawarah. Kemudian mereka mewakilkan kepada Abdurrahman bin ‘Awf untuk memilih diantara mereka sebagai Khalifah dan mereka rela.

3. Abdurrahman mulai berdiskusi dan menanyai masing-masing : jika ia tidak menjadi Khalifah, siapa dari empat calon yang lain yang ia pandang sebagai Khalifah? Jawaban mereka tidak menentukan Ali dan Utsman. Dan berikutnya Abdurrahman membatasi perkara dengan dua orang (‘Ali dan Utsman) dari enam orang itu.

4. Setelah itu, Abdurrahman meminta pendapat masyarakat seperti yang sudah diketahui.

5. Pada malam Rabu yakni malam hari ketiga setelah wafatnya Umar pada hari Ahad, Abdurrahman pergi ke rumah Putra Saudarinya, al-Maysur bin Mukhrimah, dan dari sini saya nukilkan dari al-Bidâyah wa an-Nihâyah karya Ibn Katsir :

Ketika malam Rabu setelah wafatnya Umar, Abdurrahman datang ke rumah putra saudarinya, al-Maysur bin Mukhrimah, dan ia berkata : “apakah engkau tidur wahai Maysur? Demi Allah aku tidak tidur sejak tiga …” yakni tiga malam setelah wafatnya Umar hari Ahad subuh, artinya malam Senin, malam Selasa dan malam Rabu, sampai Abdurrahman berkata : “pergilah dan panggilkan Ali dan Utsman untukku…..Kemudian ia keluar ke masjid bersama Ali dan Utsman….Lalu ia menyeru kepada orang-orang secara umum : ash-shalâtu jâmi’ah (mari shalat berjama’ah). Saat itu adalah saat fajar hari Rabu. Kemudian Abdurrahman mengambil tangan ‘Aliy –radhiyaLlâh ‘anhu wa karamaLlâh wajhah– dan ia menanyainya tentang (kesediaan) dibaiat berdasarkan al-Kitab, Sunah Rasulullah dan perbuatan Abu Bakar dan Umar. Lalu Ali menjawabnya dengan jawaban yang sudah dikenal : berdasarkan al-Kitab dan as-Sunah, iya, sedangkan atas perbuatan Abu Bakar dan Umar, maka ia (Ali) akan berijtihad sesuai pendapatnya sendiri. Lalu Abdurrahman melepaskan tangan Ali. Berikutnya Abdurrahman mengambil tangan Utsman dan menanyai Utsman dengan pertanyaan yang sama. Lalu Utsman menjawah : “demi Allah, ya”. Dan sempurnalah dilangsungkan baiat kepada Utsman –radhiyaLlâh ‘anhu–.

Dan Suhaib mengimami shalat Subuh dan salat Dhuhur hari itu. Kemudian Utsman mengimami Shalat Ashar pada hari itu sebagai Khalifah kaum muslim. Artinya, meskipun baiat in’iqad kepada Utsman dimulai ketika shalat subuh, namun kepemimpinan Suhaib belum berakhir kecuali setelah terjadi baiat ahl al-hall wa al-‘aqd di Madinah kepada Utsman yang selesai dilakukan menjelang shalat Ashar. Karena para sahabat berdesak-desakan untuk membaiat Utsman sampai setelah tengah hari dan menjelang shalat Ashar. Baiat itu selesai dilakukan menjelang shalat Ashar. Maka saat itu berakhirlah kepemimpinan Suhaib dan Utsman menjadi imam shalat Ashar dalam kapasitasnya sebagai Khalifah kaum muslim.

Penulis al-Bidâyah wa an-Nihâyah (Ibn Katsir) menjelaskan kenapa Suhaib masih mengimami shalat Dhuhur, dan sudah diketahui bahwa baiat kepada Utsman telah sempurna dilangsungkan pada waktu fajar. Ibn Katsir berkata :

“… orang-orang membaiat Utsman di Masjid, kemudian Utsman pergi ke Dar Syura (yakni rumah tempat berkumpulnya ahl syura), dan sisa manusia yang lain membaiat Utsman di tempat itu. Dan seakan baiat itu baru selesai (sempurna) setelah shalat Dhuhur. Suhaib pada hari itu mengimami shalat Dhuhur di Masjid Nabawi. Sedang shalat pertama kali yang dilaksanakan oleh Khalifah Amîr al-Mu’minîn Utsman mengimami masyarakat adalah shalat Ashar….”.

Dalam hal ini terdapat perbedaan (dalam beberapa riwayat) mengenai hari tertikamnya Umar dan hari dibaiatnya Utsman…. akan tetapi kami sebutkan yang lebih kuat diantara riwayat yang ada.

Atas dasar ini, beberapa perkara berikut wajib diambil sebagai ketentuan saat pencalonan khilafah setelah Khalifah sebelumnya lengser baik karena meninggal dunia atau di copot, yaitu :

1. aktivitas berkaitan dengan masalah pencalonan hendaknya dilakukan pada malam dan siang hari pertama.

2. Pembatasan calon dari sisi terpenuhinya syarat in’iqad. Hal ini dilakukan oleh Mahkamah Mazhalim.

3. Pembatasan jumlah calon yang layak dilakukan dua kali : pertama, dibatasi sebanyak enam orang, dan kedua dibatasi menjadi dua orang. Pihak yang melakukan dua pembatasan ini adalah Majelis Umat dalam kapasitasnya sebagai wakil umat. Karena umat mendelegasikan kepada Umar, lalu Umar menetapkannya enam orang. Dan enam orang itu mendelegasikan kepada Abdurrahman dan setelah melalui diskusi dibatasi menjadi dua orang. Referensi semua ini adalah sebagaimana yang sudah jelas adalah umat atau yang mewakili umat.

4. Wewenang amir sementara berakhir dengan berakhirnya proses baiat dan pengangkatan Khalifah, bukan dengan pengumuman hasil pemilihan. Suhaib belum berakhir kepemimpinannya dengan terpilihnya Utsman akan tetapi dengan selesainya baiat.

Sesuai dengan yang sudah dijelaskan, akan dikeluarkan undang-undang yang menentukan tata cara pemilihan Khalifah selama dua malam tiga hari. Undang-undang untuk itu telah dibuat dan akan selesai didiskusikan dan diadopsi pada waktunya nanti.

Ini jika sebelumnya terdapat Khalifah yang meninggal atau dicopot. … dan hendak direalisasikan Khalifah baru menggantikannya. Adapun jika sebelumnya belum terdapat Khalifah, maka wajib bagi kaum muslim menegakkan seorang Khalifah bagi mereka, untuk menerapkan hukum-hukum syara’ dan mengemban dakwah Islamiyah ke seluruh dunia. Kondisi itu seperti kondisi yang ada sejak lenyapnya Khilafah Islamiyah di Istanbul pada tanggal 28 rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M. Setiap negeri dari berbagai negeri yang ada di dunia Islam layak untuk membaiat Khalifah dan mengakadkan jabatan khilafah. Maka saat itu menjadi wajib bagi kaum muslim di seluruh negeri untuk membaiatnya dengan baiat taat. Yakni baiat keterikatan setelah terakadkan kepadanya dengan baiat penduduk negeri itu, asalkan negeri itu memenuhi empat syarat berikut :

1. Kekuasaan negeri itu haruslah kekuasaan yang bersifat independent yang hanya bersandar kepada kaum muslim saja. Tidak bersandar kepada satu negara kafir atau kekuasaan kafir manapun.

2. Keamanan kaum muslim di negeri itu adalah kemanan Islam, bukan keamanan kufur. Yakni hendaknya perlindungan baik dari dalam negeri maupun luar negeri merupakan perlindungan Islam berasal dari kekuatan kaum muslim sebagai kekuatan Islam saja.

3. Hendaknya penerapan Islam dilakukan secara langsung dan sekaligus dan secara sempurna sebagai penerapan yang bersifat revolusioner dan menyeluruh (tathbîqan inqilâbiyan syâmilan) dan langsung mengemban dakwah Islamiyah

4. Khalifah yang dibaiat harus memenuhi syarat in’iqad khilafah meskipun tidak memenuhi syarat afdhaliyah. Karena yang wajib adalah syarat in’iqad.

Jika negeri itu memenuhi keempat hal di atas, maka hanya dengan baiat negeri itu saja, khilafah sungguh telah terwujud dan terakadkan. Khalifah yang mereka baiat dengan baiat in’iqad secara sah merupakan Khalifah yang syar’i dan tidak sah baiat kepada yang lain.

Setelah itu, negeri lain manapun yang membaiat Khalifah yang lain maka baiat itu tidak sah dan batil. Karena Rasulullah saw pernah bersabda :

إِذَا بُوْيِعَ لِخَلِيْفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا اْلآخِرَ مِنْهُمَا

Jika dibaiat dua orang Khalifah maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya

… فُوْا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ

.. penuhilah baiat yang pertama lalu yang pertama

مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَ ثَمْرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اِسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرٌ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوْا عُنُقَ اْلآخَرِ

Siapa saja yang telah membaiat seorang imam lalu ia telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, dan jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya maka penggallah orang lain itu (HR. Muslim)

Tata Cara Baiat

Telah kami jelaskan dalil-dalil baiat dan bahwa baiat adalah metode pengangkatan Khalifah dalam Islam. Adapun tata caranya, baiat bisa dilakukan dengan berjabat tangan dan bisa juga dengan tulisan. Abdullah bin Dinar telah menyampaikan hadits, ia berkata :

Aku menyaksikan Ibn Umar dimana orang-orang telah bersepakat untuk membaiat Abdul Malik bin Marwan, ia berkata bahwa dia menulis : “aku berikrar untuk mendengarkan dan mentaati Abdullah Abdul Malik bin Marwan sebagai amirul mukminin atas dasar kitabullah dan sunah rasul-Nya dalam hal yang aku mampu.”

Baiat itu boleh dilakukan dengan sarana apapun yang memungkinkan.

Hanya saja disyaratkan agar baiat itu dilakukan oleh orang yang sudah balig. Baiat tidak sah dilakukan oleh anak-anak yang belum baligh. Abu ‘Uqail Zuhrah bin Ma’bad telah menyampaikan hadits dari kakeknya Abdullah bin Hisyam yang pernah berjumpa dengan Nabi saw : Abdullah pernah dibawa ibunya Zainab binti Humaid, kepada Rasulullah saw. Ibunya berkata : “ya Rasulullah saw terimalah baiatnya!” Lalu Nabi saw bersabda : “ia masih kecil“. Dan beliau mengusap kepalanya dan mendoakannya (HR. Bukhari).

Adapun lafazh baiat, tidak disyaratkan terikat dengan lafazh-lafazh tertentu. Akan tetapi harus mengandung makna sebagai baiat untuk mengamalkan Kitabullah dan sunah Rasul-Nya bagi Khalifah dan harus mengandung makna kesanggupan untuk mentaati dalam keadaan sulit atau lapang, disenangi atau tidak disenangi bagi orang yang memberikan baiat. Nanti akan dikeluarkan undang-undang yang membatasi redaksi baiat sesuai penjelasan sebelumnya.

Manakala pihak yang membaiat telah memberikan baiatnya kepada Khalifah, maka baiat itu menjadi amanah diatas pundak pihak yang membaiat dan tidak diperbolehkan mencabutnya. Baiat ditinjau dari sisi pengangkatan khilafah merupakan hak yang harus dipenuhi. Jika baiat itu telah diberikan, maka ia wajib terikat dengannya. Kalau pihak yang memberikan baiat itu ingin menariknya kembali maka hal itu tidak diperbolehkan. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Jabir bin Abdullah –radhiyaLlâh ‘anhu– bahwa seorang arab badui telah membaiat Rasulullah saw untuk menetapi Islam. Kemudian ia menderita sakit, lalu ia berkata : “kembalikan baiatku kepadaku!” Beliau menolaknya, lalu orang itu pergi. Lantas Beliau bersabda :

المدينة كالكبر تنفي خبثها، وينصع طيبها

“Madinah ini seperti tungku (tukang besi) yang bisa membersihkan debu-debu yang kotor dan membuat cemerlang yang baik.”

Diriwayatkan dari Nafi’ yang berkata : “Abdullah bin Umar pernah mengatakan kepadaku : “aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda :

من خلع يدا من طاعة لقي الله يوم القيامة لا حجة له

Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia pasti menjumpai Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah
(HR. Muslim)

Membatalkan baiat kepada Khalifah sama artinya dengan melepaskan tangan dari ketaatan kepada Allah. Hanya saja ketentuan itu berlaku jika baiat kepada Khalifah itu adalah baiat in’iqad atau merupakan baiat taat kepada Khalifah yang telah sah baiat in’iqad kepadanya. Adapun jika baiat itu baru permulaan lalu baiat tersebut belum sampai sempurna, maka pihak yang membaiat boleh melepaskan baiatnya dengan syarat baiat in’iqad dari kaum muslim kepada Khalifah itu belum sempurna. Larangan dalam hadits itu berlaku untuk orang yang menarik kembali baiat Khalifah, bukan menarik kembali baiat kepada seseorang yang belum sempurna jabatan khilafahnya.

SUMBER : ibnufatih.wordpress.com/khilafah/metode-pengangkatan-khalifah/